Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa. Foto: Medcom.id/Wanda Indana
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa. Foto: Medcom.id/Wanda Indana

TNI AD Kekurangan Helikopter

Nasional tni prajurit tni tni ad
Cahya Mulyana • 28 November 2020 06:33
Jakarta: TNI Angkatan Darat (AD) masih memerlukan tambahan helikopter jenis serang hingga angkut untuk kebutuhan latihan dan operasi lapangan. Kebutuhan lain untuk mendukung ketangguhan TNI AD ialah roket. 
 
“Hari ini sebetulnya sudah jauh lebih baik daripada tahun sebelumnya, tapi memang masih banyak kekurangan kami, misalnya jumlah pesawat terbang heli ini. Kalau ditanya, ya, kurang,” ujar Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa dalam latihan tempur antarcabang (latancab) Kartika Yudha 2020 di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) TNI AD, Baturaja Timur, Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatra Selatan, Jumat, 27 November 2020.
 
Menurut KSAD, idealnya TNI AD memiliki jumlah heli angkut hingga serang lebih banyak. Total alutsista yang ada seperti heli Apache baru ada delapan. Sementara itu, alat utama sistem pertahanan (alutsista) seperti roket dibutuhkan untuk meningkatkan akurasi. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Meriam, misalnya. Tadi Astros itu roket, sekarang ini sudah ada rudal, guided missile, sehingga akan lebih akurat. Kalau tadi Astros yang 19 kilo (kilometer) itu akurasinya 1,5 hektare. Rudal meter, bukan kilo lagi, paling 10 meter,” papar KSAD. 
 
Baca: KSAD Pastikan Semua Lab PCR RS TNI AD Segera Beroperasi
 
Kendati begitu, TNI AD memanfaatkan alutsista yang ada secara maksimal dalam latihan. Ke depan dengan tambahan alutsista dan teknologi baru, kemampuan tempur TNI AD diharap dapat lebih baik lagi. 
 
“Kita sudah berusaha memaksimalkan dengan menggunakan teknologi terbaru. Dalam hal komunikasi maupun bagaimana kami mengintegrasi ke semuanya,” jelas dia.
 
TNI AD menggelar latancab dengan sandi Kartika Yudha 2020 di dua tempat. Pertama, di Markas Komando Brigif R-9 untuk latihan posko satu. Kedua, latihan simulasi tempur komputer serta latihan taktis di Pusat Latihan Tempur Kodiklatad, Baturaja, Sumatra Selatan. Gelaran itu mengerahkan 3.123 prajurit dari Brigif R-9/2 Kostrad serta 1.872 orang pelatih dan pendukung. 
 
“Total 33 hari dengan rincian serpas berangkat 8 hari, pelaksanaan 16 hari, serpas kembali 9 hari,” imbuh Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigadir Jenderal Nefra Firdaus. 
 
(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif