Alat deteksi covid-19 melalui embusan napas inovasi UGM. Dok. Kemenristek
Alat deteksi covid-19 melalui embusan napas inovasi UGM. Dok. Kemenristek

Produksi GeNose Terganjal Status Uji Diagnostik

Nasional Virus Korona Riset dan Penelitian kemenkes
Sri Yanti Nainggolan • 03 Oktober 2020 13:11
Jakarta: GeNose, alat deteksi covid-19 melalui embusan napas inovasi Universitas Gadjah Mada, terganjal di uji diagnostik Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan (BPFK) Kementerian Kesehatan. Padahal, ini menjadi uji terakhir sebelum alat tes covid-19 sistem tiup ini dapat diproduksi.
 
Anggota tim peneliti GeNose, Kuwat Triyono, berharap uji alat tes tersebut dipercepat walau tes aspek medis harus ketat. Fase uji GeNose sebagai alat kesehatan seharusnya tak selama uji obat karena tidak perlu menguji dampak pemakaian terhadap pasien.
 
"Ini prosesnya harus cepat karena ini darurat, bukan normal," ucap Kuwat dalam diskusi daring MNC Trijaya FM, Sabtu, 3 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kuwat ingin GeNose bisa mendapat status alat kesehatan status B. Setelah lolos pengujian paramater di Kementerian Kesehatan, GeNose sudah siap untuk uji diagnostik.
 
"Rumah sakit sudah siap, peralatan sudah siap," kata dia
 
Baca: GeNose Diklaim Deteksi Covid-19 Hanya dalam 80 Detik
 
Kepala Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (FK-Unand) Andani Eka Putra menyebutkan uji diagnostik harus dilakukan untuk mengetahui sensitivitas alat kesehatan. Untuk covid-19, pengecekan tersebut berpatokan tes polymerase chain reaction (PCR) yang menjadi gold standart Indonesia.
 
"Kalau sensitivitasnya 85 persen, saya rasa tak masalah menggunakan (GeNose)," kata Andani pada kesempatan yang sama.
 
(SUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif