Bencana Palu dan Donggala

Pemda Dinilai Perlu Punya Peta Potensi Likuifaksi

Marcheilla Ariesta 08 Oktober 2018 04:26 WIB
Gempa Donggala
Pemda Dinilai Perlu Punya Peta Potensi Likuifaksi
Ilustrasi. Gambar wilayah terdampak gempa di Sulteng. Foto: MI/Susanto.
Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut pemerintah daerah perlu membuat peta mikrozonasi terkait risiko gempa dan likuifaksi. Peta itu penting untuk penataan ruang guna meminimalisasi dampak bencana.

"Perlu dilakukan pemetaan mikrozonasi gempa dan likuifaksi sehingga sebaran daerah gempa dan likuifaksi dapat dipetakan secara detail," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho seperti dilansir Antara, Minggu, 7 Oktober 2018. 

Sutopo mengatakan, Badan Geologi sejatinya telah melakukan penelitian tentang likuifaksi di Kota Palu pada 2012. Hasilnya, kata dia, Palu tergolong wilayah yang berpotensi sangat tinggi mengalami likuifaksi. Namun, permukiman tetap dibangun di area yang berisiko mengalami likuifaksi itu. 


"Adanya likuifaksi saat gempa menyebabkan kerusakan bangunan dan korban jiwa di Kota Palu lebih besar dibandingkan dengan daerah lain," ungkapnya. 

Dia mengatakan, peta mikrozonasi terkait risiko gempa dan likuifaksi mesti menjadi pertimbangan dalam penataan ulang ruang kota Palu. Bukan hanya Palu, tapi juga daerah-daerah rawan bencana lainnya. 

Sutopo menjelaskan, saat likuifaksi terjadi, tanah kehilangan kekuatan dan kekakuan akibat tekanan. Tanah yang tersusun atas lapisan kerikil, batu apung, dan air ketika diguncang gempa, rongga-rongganya menjadi lebih longgar, kemudian berubah menjadi lumpur.

"Otomatis beban di atasnya menjadi ambles. Rumah-rumah mengalir seolah-olah hanyut, yang akhirnya tenggelam," ujarnya.

Saat terjadi likuifaksi di Palu, kata Sutopo, kedalaman air tanah di bawah 10 meter. Gempa 7,4 Skala Richter (SR) yang disusul 6 SR membuat tanah otomatis menjadi lembek dan menjadi lumpur.



(AGA)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id