Menteri LHK Tingkatkan Kerja Sama dengan Pemerintah Inggris
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Dok.
Katowice: Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar menggelar pertemuan bilateral dengan dua menteri Pemerintah Inggris di sela Konferensi Perubahan Iklim (COP) ke-24 di Katowice, Polandia. Pertemuan bilateral itu membahas peningkatan kerja sama di sektor lingkungan hidup dan kehutanan. 

Siti bertemu dengan Menteri Negara Urusan Asia Pasifik Departemen Luar Negeri dan Persemakmuran Inggris Mark Field dan Wakil Menteri Negara Departemen Lingkungan Hidup, Pangan, dan Pedesaan Inggris Therese Coffey. Pertemuan ini juga membahas sejumlah kerja sama yang sudah berjalan. 

"Dalam kurun waktu dua dekade, Indonesia-Inggris telah menjalin kerja sama yang sistematis dalam prinsip mutual respect dan trust, serta dengan kerangka kerja yang konseptual dan utuh," kata Siti di Katowice, Polandia, Sabtu, 8 Desember 2018.


Kerja sama dengan Inggris telah dimulai sejak 1990-an. Hingga saat ini, Inggri berkomitmen mendukung upaya Indonesia memerangi dampak negatif perubahan iklim. 

Sejumlah kerja sama yang terjalin sangat berpengaruh terhadap sasaran nasional dan perbaikan mendasar sistem tata kelola hutan. Seperti sistem legalitas katu yang menurunkan kasus illegal logging dan deforestasi. Juga peningkatan tata kelola hutan seperti agenda kesatuan pengelolaan hutan (KPH). 

"Ini bagian dari kerjasama dengan Inggris yang monumental, dan kita menghargai itu," kata Menteri Siti Nurbaya. 

Rentang 2018 hingga 2022, total bantuan Inggris untuk Indonesia sebesar 60 juta poundsterling dengan skema bilateral, multilateral, dan global program.

Melalui Pengakuan Legalitas Kayu Indonesia (SVLK), terbukti telah meningkatkan perdagangan kayu kedua negara. Inggris salah satu dari 10 tujuan ekspor produk kayu Indonesia. Tahun ini, Indonesia telah mengeluarkan 6.892 dokumen V-legal untuk ekspor ke Inggris, senilai USD 255,23 juta. 

Angka-angka di atas menunjukkan peningkatan yang signifikan dari perdagangan pada 2013, ketika sertifikat V-legal yang diterbitkan hanya 2.481 dokumen, dengan nilai ekspor sebesar USD132 juta.

Menteri dari dua negara juga sepakat menata kembali kerja sama dalam bentuk dukungan kepada International Tropical Peatland Centre (ITPC). Basis ITPC saat ini berada di dua kampus penelitian hutan di Bogor, yaitu Badan Penelitian, Pengembangan, dan Inovasi KLHK dan Pusat Penelitian Kehutanan Internasional (CIFOR). 

Selain itu dukungan tata kelola kelapa sawit berkelanjutan, dukungan mengatasi polusi laut dan pengelolaan limbah plastik, serta dukungan untuk mangrove.

"Saya juga mengundang kedua menteri melakukan kunjungan kerja lapangan, melihat capaian Indonesia dalam implementasi perubahan iklim. Diperkirakan Juli 2019," kata Siti.

Siti yakin kerja sama dengan Inggris bakal berjalan baik. "Antara Inggris dan Indonesia, sudah terjalin kerjasama yang baik dan santun," katanya.

"Ini yang kita perlu jaga dan tingkatkan untuk maju bersama sesuai semangat kerjasama agenda perubahan iklim global," pungkas Siti.



(JMS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id