Lion: Boeing 737 Max 8 Lolos Sertifikasi Kemenhub
Ilustrasi pesawat Lion Air/MI/Sumaryanto
Jakarta: Lion Air mengklaim Boeing 737 MAX 8 termasuk sembilan pesawat yang lolos sertifikasi Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Sertifikasi dilakukan sebelum pesawat dikirim ke Indonesia.

"Sampai dengan membawa pesawat itu ke Indonesia, tim Kemenhub ikut dalam pesawat. Jadi prosesnya sudah melalui type certification dari Kemenhub," tegas Direktur Operasional Lion Air Daniel Putut di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa, 30 Oktober 2018.

Pesawat resmi diterima Lion pada 13 Agustus 2018. Sembilan pesawat tersertifikasi itu merupakan bagian 50 unit yang dipesan Lion.


Baca: Pesawat Lion Air JT610 Diketahui Masih Baru

Lion bakal mengevaluasi pemesanan pesawat setelah Boeing 737 Max 8 JT610 Jakarta-Pangkal Pinang jatuh di Tanjung Karawang, Senin, 29 Oktober 2018. Mereka bakal bertemu Boeing Company, Rabu, 31 Oktober 2018.

"Kami juga banyak pertanyaan kepada mereka tentunya. Kenapa ini pesawat baru bisa begitu. Kami undang mereka datang ke sini, rencananya besok jam 13.00 WIB sampai (Indonesia), kami akan koordinasi dengan mereka," ucap dia.

Baca: Lion Air Harus Beri Jaminan Masa Depan Keluarga Korban

Lion juga mengawal inspeksi delapan pesawat sejenis oleh Kemenhub. Ia memperkirakan hari ini Kemenhub telah mengaudit sambil menjalankan inspeksi kurang lebih sepekan ke depan.

Operasional pesawat dipastikan tetap berjalan. Ia mengklaim Kemenhub tak mengeluarkan larangan terbang untuk Lion.

"Pada saat diperiksa tentunya berhenti, tapi setelah diperiksa tidak ditemukan hal-hal yang membahayakan keselamatan tentu diizinkan beroperasi," ucap dia.

Baca: Lion Air Beri Opini Buruk Penerbangan Indonesia

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menegaskan belum menjatuhkan sanksi kepada Lion Air. Ia masih menunggu hasil investigasi Komite Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT).

"Sanksi itu diatur beberapa level peraturan, baik peraturan umum dan khusus. Ini pasti ada sanksi, tetapi kepada siapa sanksi itu dilakukan kita akan lakukan satu klarifikasi yang dipimpin KNKT," jelas Budi.

Budi menjelaskan inspeksi delapan Boeing 737 MAX 8 milik Lion Air sudah bisa dikatakan pemberian sanksi. Inspeksi, terang dia, dilakukan demi mengklarifikasi kondisi pesawat.

"Cukup baik atau punya masalah," ucap dia.





(OJE)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id