Kasat Reskrim Polres Jaksel Kompol Andi Sinjaya Ghalib. Foto: Medcom.id/Candra Yuri Nuralam
Kasat Reskrim Polres Jaksel Kompol Andi Sinjaya Ghalib. Foto: Medcom.id/Candra Yuri Nuralam

Polisi Soroti Pajak Pengemudi Koboi

Nasional senjata api penembakan
Candra Yuri Nuralam • 26 Desember 2019 13:06
Jakarta: Polres Metro Jakarta Selatan (Jaksel) menelusuri surat dan pajak mobil milik pengemudi koboi, AM. Polisi juga menemukan banyak mobil mewah milik AM.
 
"Nanti dari pihak pajak akan menilai," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Jaksel Kompol Andi Sinjaya Ghalib di rumah AM, Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jaksel, Kamis, 26 Desember 2019.
 
Menurut dia, AM juga memiliki mobil Porsche dan Toyota Land Cruiser. Kedua mobil itu tidak ditemukan saat rumah AM digeledah. Posisi kendaraan roda empat ini tengah dicari.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dia ada beberapa rumah," ujar Andi.
 
AM berurusan dengan hukum setelah menodongkan senjata api kepada dua pelajar SMA di Kemang, Jaksel, Sabtu, 21 Desember 2019. Peristiwa itu bermula ketika pelaku yang mengemudikan supercar Lamborghini itu berpapasan dengan korban.
 
Pelaku merasa diejak oleh kedua bocah. Dia naik pitam hingga mengeluarkan makian kasar kepada korban. Dari mobil bernomor polisi B 27 AYR itu, AM kemudian meletuskan tembakan peringatan agar korban tak kabur.
 
Pada Minggu, 22 Desember 2019, korban melaporkan kejadian tersebut ke Polres Metro Jaksel. Setelah penyelidikan, pemilik mobil pabrikan Italia itu ditangkap pada Senin, 23 Desember 2019, malam.
 
Polisi menyita barang bukti berupa senjata api kaliber 32, tiga selongsong peluru yang telah ditembakkan, dan sembilan peluru aktif. Kartu keanggotaan Persatuan Penembak Indonesia (Perbakin), surat kendaraan, serta kartu izin menggunakan senjata juga dirampas.
 
Saat ini, AM ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Polres Jaksel. Dia dijerat Pasal 335 dan 336 KUHP dengan ancaman hukuman satu tahun penjara.
 
Dari pemeriksaan sementara, polisi mendapati Lamborghini AM tak didaftarkan dengan namanya. Dia diduga menghindari pembayaran pajak mobil mewah itu.
 
"Setelah kita periksa dokumen kepemilikan atas namanya itu ternyata pemiliknya buruh kasar pekerja serabutan," kata Andi.
 
Surat tanda nomor kendaraan (STNK) dan buku pemilik kendaraan bermotor (BPKB) mencantumkan warga Jalan Cipulir I, Pasangrahan, Jaksel, AR, sebagai pemilik. Pada Juli 2019, AR menerima pemberitahuan belum membayar pajak Lamborghini oranye keluaran 2013 itu.
 
Andi bakal berkoordinasi dengan Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) untuk membahas masalah ini. Dia ingin mengetahui pajak progresif yang belum dibayarkan AM selaku pemilik asli.
 
(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif