Jaksa Agung M Prasetyo. Foto: Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo
Jaksa Agung M Prasetyo. Foto: Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo

Bukti Tragedi 1965 Dianggap Masih Gelap

Nasional pelanggaran ham
Cindy • 05 Oktober 2019 10:26
Jakarta: Jaksa Agung M Prasetyo menyebut penyelesaian kasus dugaan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) berat dalam tragedi 1965 masih gelap. Bukti-bukti untuk membongkar kasus itu dinilai belum kuat.
 
"Peristiwanya sudah sekian lama. Rasanya siapa pun akan menghadapi kesulitan menemukan bukti-bukti juga pelakunya, saksi-saksi, dan sebagainya," kata Prasetyo di Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Jumat, 4 Oktober 2019.
 
Prasetyo mempersilakan Yayasan Penelitian Korban Pembunuhan (YPKP) 65 untuk melaporkan temuannya kepada Komisi Nasional (Komnas) HAM. Penyelidikan Komnas HAM dapat menjadi acuan untuk pengembangan perkara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Komnas HAM penyelidik perkara pelanggaran HAM," jelas dia.
 
Prasetyo menambahkan jika ada bukti kuat, Korps Adhyaksa akan membantu menyelesaikan kasus. Namun, hingga kini hasil penyelidikan Komnas HAM belum tuntas.
 
YPKP 65 menyerahkan temuan ratusan kuburan massal kepada Komnas HAM dan Kejaksaan Agung, Kamis, 3 Oktober 2019. Temuan itu untuk menambah alat bukti menangani kasus pelanggaran HAM berat 1965-1966.
 
Ketua YPKP 65 Bedjo Untung meminta Jaksa Agung untuk menindaklanjuti kasus pelanggaran HAM pada 1965-1966 itu. Dia menilai kasus itu mandek.
 
Temuan ratusan kuburan massal dinilai bisa dijadikan bukti yang cukup akurat. Pasalnya, data yang diserahkan memuat secara lengkap nama korban yang ditahan, disiksa, hingga dibunuh.
 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif