Wakil Presiden Jusuf Kalla. MI/Ramdani.
Wakil Presiden Jusuf Kalla. MI/Ramdani.

Wapres Minta Masyarakat Sadar Bahaya Sampah dan Polusi

Nasional lingkungan hidup
Husen Miftahudin • 11 Juli 2019 18:40
Jakarta: Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta masyarakat menyadari bahaya sampah dan polusi. Masyarakat diminta mengurangi penggunaan sampah plastik dan kendaraan pribadi untuk mengendalikan limbah sampah dan polusi udara.
 
"Saya mengharapkan hari ini menjadi lebih maju daripada kita semuanya. Karena dibutuhkan kesadaran dan prilaku, juga pemulihan-pemulihan yang baik dari kita semuanya," kata JK dalam kata sambutannya di pembukaan Pekan Lingkungan Hidup dan Kehutanan, JCC, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis, 11 Juli 2019.
 
Baca: Pemerintah Serius Mengurangi Sampah Plastik di Laut

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pemerintah, kata Wapres, tak akan pernah sanggup menanggulangi masalah sampah dan polusi udara. Butuh peran serta masyarakat dalam mengendalikan kedua permasalahan tersebut.
 
"Semua ini sangat tergantung kepada kita semua," tegasnya.
 
Di kesempatan yang sama, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar mengatakan pemerintah berkomitmen mengurangi sampah plastik hingga 70 persen. Utamanya pencemaran sampah plastik di lautan.
 
"Pemerintah telah menyatakan komitmen mengurangi sampah plastik di laut sampai 70 persen pada 2025," jelas Siti.
 
Pemerintah telah menjalankan sejumlah strategi mewujudkan target itu. Siti menyebut pemerintah gencar meningkatkan kesadaran pemangku kepentingan terkait pengurangan sampah plastik.
 
Pemerintah juga menggalakkan pengelolaan sampah plastik terestrial melalui tiga program, yakni program pengelolaan sampah plastik pada daerah aliran sungai (DAS), pengendalian sampah plastik dari sektor industri hulu, dan pengendalian sampah plastik dari sektor industri hilir.
 
Pemerintah juga membuat mekanisme pendanaan pengelolaan sampah plastik di pesisir laut, penguatan kelembagaan, penegakan hukum, dan penelitian serta pengembangan.
 
Tak hanya itu, sambung Siti, pemerintah juga terus berupaya mengawasi dan mengatasi pencemaran udara dengan berbagai aksi bersama beberapa pihak. Upaya yang sudah dilakukan pemerintah di antaranya menyesuaikan peraturan yang berkaitan dengan emisi, serta bahan bakar euro 4. Pemerintah juga meningkatkan pelayanan transportasi massal yang ramah lingkungan.
 
Baca: Upaya Pemerintah Mengatasi Pencemaran Udara
 
Kementerian LHK juga terus membangun dan mengembangkan taman kota, hutan kota, dan kebun raya. Selain itu, pemerintah daerah banyak yang telah memberlakukan hari bebas kendaraan bermotor, dan menyediakan fasilitas jalur bagi pejalan kaki.
 
"Karena upaya-upaya untuk menghijaukan lingkungan dan menjaga lingkungan memiliki relevansi sangat tinggi," pungkas dia.

 

(DRI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif