Epidemiolog Griffith University Australia Dicky Budiman program Crosscheck #FromHome by Medcom.id bertemakan Tsunami Kerumunan Lebaran 2021, Minggu, 16 Mei 2021.
Epidemiolog Griffith University Australia Dicky Budiman program Crosscheck #FromHome by Medcom.id bertemakan Tsunami Kerumunan Lebaran 2021, Minggu, 16 Mei 2021.

Kunci Australia Sukses Kendalikan Kasus Covid-19 Saat Natal 2020

Nasional Virus Korona Australia covid-19 Pasien Covid-19 pandemi covid-19 Crosscheck Satgas Covid-19
Anggi Tondi Martaon • 16 Mei 2021 13:25
Jakarta: Australia berhasil menekan lonjakan kasus covid-19 meski melonggarkan pengetatan saat musim Natal 2020. Setidaknya ada sejumlah faktor yang membuat Australia sukses.
 
Epidemiolog Griffith University Australia Dicky Budiman menyebut kunci sukses pertama yaitu langkah mitigasi yang disusun matang. Strategi mitigasi sudah diterapkan sejak saat kasus covid-19 ditemukan di Negeri Kangguru tersebut.
 
"Rencana (mitigasi) ke depan disampaikan secara rinci (kepada masyarakat)," kata Dicky dalam program Crosscheck #FromHome by Medcom.id bertemakan Tsunami Kerumunan Lebaran 2021, Minggu, 16 Mei 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kedua, langkah mitigasi didukung masyarakat. Sehingga, strategi yang dibuat berhasil diimplementasikan masyarakat.
 
Dia menyebutkan salah satu mitigasi yang diterapkan Australia yaitu penerapan lockdown. Masyarakat di Negeri Kangguru dapat menerima keputusan tersebut.
 
Tak hanya dari masyarakat, pelaku usaha menunjukkan sikap serupa. Meski langkah mitigasi pandemi covid-19 yang diambil berdampak pada usaha mereka.
 
"Setelah itu (lockdown diberlakukan) banyak usaha yang harus tutup juga. Tapi ada kerelaan dari beberapa pengusaha. Namun, tak lama setelah itu terjadi pemulihan," ungkap dia.
 
Baca: Kemenkes: Masih Ada Lansia Ragu Divaksinasi Covid-19
 
Dia menyebutkan kepercayaan masyarakat ini tak bisa dilepaskan dari pembuktian keberhasilan mitigasi. Sehingga, muncul keyakinan kebijakan yang diambil oleh pemerintah adalah solusi menghadapi pandemi covid-19.
 
"Terbukti, ada dua kali lockdown di Queensland. Tidak ada support (dukungan) apapun. Semua berpahit-pahit, tapi semua mau (mendukung kebijakan lockdown)," ujar dia.
 
(SUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif