Ilustrasi keluarga. Medcom.id
Ilustrasi keluarga. Medcom.id

PBNU: Iduladha Momen Perkuat Keluarga

Nasional Idul Adha pbnu
Candra Yuri Nuralam • 31 Juli 2020 18:32
Jakarta: Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menilai Hari Raya Iduladha bisa menguatkan solidaritas keluarga di tengah pandemi virus korona (covid-19). Penguatan solidaritas keluarga merupakan nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi kurban pada Iduladha.
 
"Salah satunya, kita bisa menjadikan momentum karantina ini sebagai wahana untuk menyemaikan spirit dan konsep 'baity jannaty' yakni, konsep rumah sebagai sebuah surga yang manifes dalam kehidupan nyata," kata Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini di Jakarta, Jumat, 31 Juli 2020.
 
Umat muslim diminta memanfaatkan momen Iduladha untuk memperkuat kerukunan keluarga di tengah pandemi. Helmy menyebut cara memperbaiki tatanan kehidupan sosial paling baik dengan memperkuat kerukunan keluarga, salah satunya dalam momen Iduladha.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Masyarakat yang baik, bangsa yang kokoh bisa terwujud dari tiang-tiang kecil keluarga yang kokoh dan kohesif," ujar Helmy.
 
Helmy menuturkan Iduladha berawal dari keluarga Nabi Ibrahim. Dulu, Ibrahim dan istrinya, Siti Hajar, diberikan ujian menyembelih anaknya, Ismail.
 
"Cinta ketiganya diuji oleh Allah SWT. Suka cita dan rasa bahagia setelah dikarunia seorang putra yang telah dinanti sekian lama harus diuji sebab Allah menginginkan sang anak yang bernama Ismail itu disembelih dan dijadikan kurban," ujar Helmy.
 
Helmy menambahkan kurban ialah cara mendekatkan diri kepada Allah SWT. Berkurban bisa menghilangkan sifat egois manusia.
 
"Kurban adalah medium untuk mendekatkan diri kepada Allah. Kurban merupakan salah satu media yang paling efektif untuk mengesampingkan egoisme sebagai upaya untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT," tutur Helmy.
 
Sikap egois merupakan penyakit yang berbahaya bagi manusia. Pasalnya, sikap itu menggerogoti kesalehan sosial seorang muslim saat masih hidup.
 
Helmy menilai momen Iduladha paling memperbaiki diri dan keluarga. Pandemi bukanlah halangan mendapatkan makna Iduladha yang sebenarnya.
 
"Iduladha harus kita manfaatkan untuk meningkatkan kepekaan, rasa peduli, dan juga memperbaiki ikatan-ikatan sosial, terutama di masa-masa sulit ketika wabah melanda seperti saat ini," ujar Helmy.
 

(REN)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif