Wapres Minta Ojek Daring tak Permalukan Indonesia

Desi Angriani 07 Agustus 2018 19:56 WIB
ojek online
Wapres Minta Ojek Daring tak Permalukan Indonesia
Wakil Presiden Jusuf kalla di Kantor Wapres, Jakarta. Foto: MI/Ramdani.
Jakarta: Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) memperingatkan para pengemudi ojek daring tidak mempermalukan Indonesia. Hal ini menyusul rencana aksi unjuk rasa para pengemudi pada 18 Agustus 2018 atau tepat pembukaan Asian Games 2018.

"Bisa saja silakan di tempat tertentu tapi tidak sampai mempermalukan kita di mata internasional. (Demo) yang menghalangi jalan dan juga tidak simpatik karena itu merusak kehormatan bangsa," kata Wapres saat ditemui di kantornya, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa, 7 Agustus 2018.

Menurut dia, demonstrasi wajar sebagai bentuk penolakan terhadap kenaikan tarif. Namun, aksi tersebut tak harus dilakukan bertepatan dengan pesta olahraga terbesar se-Asia, saat Indonesia menjadi tuan rumah. 


Dia menjelaskan ribuan tamu dari mancanegara akan hadir ke Tanag Air. Indonesia akan menjadi sorotan dalam keberhasilan penyelenggaraan Asian Games 2018.

"Menjadi Asian Games ini kan merupakan martabat bangsa. Ya janganlah dengan situasi ini digunakan pula oleh teman-teman ojek online yang sebenarnya selama ini juga tetap boleh beroperasi," tutur JK.

Baca: Pemprov DKI Siapkan 500 Shelter Ojek Online

Sebanyak dua juta pengemudi ojek daring berencana menggelar unjuk rasa pada pembukaan Asian Games 2018. Aksi dijalankan di dua lokasi terpisah, yakni Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, dan Gelora Jaka Baring Sport City, Palembang.

Momen tersebut digunakan untuk memperjelas keberadaan ojek online di Indonesia. Tuntutan mereka khususnya mengenai kesepakatan terkait payung hukum dan batasan tarif minimal ojek daring. 




(OGI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id