Ilustrasi produsen hoaks. Medcom.id
Ilustrasi produsen hoaks. Medcom.id

Penyebab Hoaks Marak di Tengah Masyarakat

Nasional media sosial hoax
Kautsar Widya Prabowo • 22 Oktober 2020 02:26
Jakarta: Informasi palsu atau hoaks yang beredar di tengah masyarakat disebabkan beragam hal. Salah satunya produsen hoaks mengalami tekanan psikologi.
 
Direktur Utama Lampung Post, Abdul Kohar, menjelaskan kondisi tersebut kerap dialami produsen hokas lantaran faktor ekonomi, politik, dan lainnya. Mereka melampiaskan kondisi itu dengan menghasilkan informasi palsu.
 
"Pokoknya orang yang tertekan, pingin melakukan perlawanan dengan menyebarakn informasi fake news atau pelintiran (informasi) dan seterusnya," ujar Kohar dalam diskusi virual Ikatan Alumni (IKA) Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Rabu, 21 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menambahkan kondisi semakin diperburuk dengan kehadiran media sosial. Informasi palsu seolah-olah mendapat ruang berkembang biak di dunia maya.
 
"Ya ruangnya (hoaks) di media sosial, kalau media mainstream ada tahapan-tahapan (verifikasi) yang ketat," tutur dia.
 
Informasi hoaks yang tidak dapat lagi terbendung di media sosial memberikan pengaruh buruk kepada masyarakat. Penyebaran hoaks tidak lagi mengenal strata pendidikan, jabatan, hingga pangkat.
 
"Hoaks terakhir, meninggalnya (mantan Wakil Presiden) Hamzah Haz meninggal dunia. Hal seperti ini (saya) dapat dari profesor," beber dia.
 
Dewan Redaksi Media Group ini menilai maraknya hoaks harus benar-benar diperangi bersama oleh setiap elemen masyarakat. Alangkah baiknya masyarakat mendapat literasi media.
 
"Literasi media itu memang tantangan yang sangat berat bagi semua pihak," ujar dia.
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif