Sistem Keamanan Maksimum untuk Lapas Terorisme
Petugas berjaga di depan Rutan Cabang Salemba Mako Brimob di dalam Mako Brimob Polda Metro Jaya, Depok. (Foto: MI/Rommy Pujianto)
?Jakarta: Kepala Bagian Humas Ditjen Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Ade Kusmanto menilai pembangunan lapas berisiko tinggi (high risk) untuk terpidana kasus terorisme tak bisa ditawar lagi.

Peristiwa teror yang berulang menjadi salah satu alasan kuat di balik desakan pembangunan lapas berisiko tinggi.

"Kita melihat aksi teroris yang terjadi membuat lapas high risk sangat perlu segera dibangun agar fenomena ini tidak terulang kembali," ujarnya melalui sambungan telepon dalam Primetime News, Kamis, 24 Mei 2018.


Ade mengatakan konsep pembangunan lapas terpidana terorisme akan dibuat dengan sistem keamanan super. Tak hanya dibekali dengan teknologi canggih, petugas yang ditempatkan di lapas juga akan diberi keterampilan khusus.

Narapidana yang ada di dalamnya pun akan dipisahkan dari akses publik termasuk dari keluarga dan komunitas dan lingkungan di luar yang dapat memengaruhi dan menjadi sebab semakin suburnya paham radikalisme.

"Pengunjung juga apabila hendak berkunjung harus mengajukan permohonan satu bulan sebelumnya dengan menyertakan identitas, siapa yang berkunjung dan akan dikunjungi dan hanya keluarga inti serta pengacara saja yang bisa berkunjung," ungkap dia.





(MEL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id