Legislator Minta Kasus Pupuk Ilegal Diusut Tuntas
Anggota Komisi III DPR Aboe Bakar Al-Habsyi (Foto:Dok.DPR RI)
Jakarta: Anggota Komisi III DPR RI Aboebakar Alhabsyi mengapresiasi kinerja aparat keamanan yang berhasil mengungkap kasus penyelundupan ribuan ton pupuk ilegal dari Tiongkok. Pupuk tersebut masuk ke Indonesia melalui jalur laut di  Kalimantan Selatan. 

Politikus PKS itu mengungkapkan, penyelundupan pupuk ilegal tersebut sangat meresahkan. Sebab, kasus tersebut menimbulkan banyak prasangka dan pertanyaan masyarakat.

"Masuknya pupuk ilegal melalui pelabuhan Trisakti ini cukup meresahkan masyarakat, karena melewati pelabuhan terbesar di Kalimantan, bukan melalui jalur tikus," kata pria yang akrab disapa Habib dalam keterangan tertulis, Selasa, 8 Mei 2018.


Oleh karenanya, dia meminta agar pihak berwajib mengusut tuntas kasus tersebut agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa akan datang.

"Tentunya hal tersebut harus direspons secara serius oleh aparat terkait agar kejadian serupa tidak terulang," terangnya.

Seperti diberitakan, ribuan ton pupuk yang diduga ilegal asal Cina masuk Provinsi Kalimantan Selatan. Pupuk tersebut diangkut melalui jalur laut menggunakan kapal bernama Toyo Maru, pada Jumat (4/5) siang.

Pupuk tersebut dianggap ilegal karena tidak terdaftar di Kementerian Pertanian serta belum ada uji mutu dan efektifitasnya. Selain itu, produk impor tersebut tidak boleh beredar lantaran tidak ada label Standar Nasional Indonesia (SNI).



(ROS)