Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dan Menkes Nila Moeloek/Medcom.id/Nur Azizah
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dan Menkes Nila Moeloek/Medcom.id/Nur Azizah

Stunting Ditargetkan Turun jadi 28% pada 2019

Nasional stunting
Nur Azizah • 16 September 2018 10:21
Jakarta: Pemerintah menargetkan menekan prevalensi stunting turun sekitar 9 persen dari 37,2% pada 2019. Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh yang menyebabkan perkembangan otak anak kurang maksimal.
 
Pemerintah bakal menggunanakan Anggaran Pendapatan dan Pembelanjaan Negara (APBN) untuk membangun sumber daya manusia (SDM) pada 2019. Salah satu caranya, merevitalisasi posyandu, pemberian vitamin, obat cacing, imunisasi gratis, dan bantuan makanan tambahan.
 
"Dengan berbagai program itu kami menargetkan prevelensi stunting menjadi 28% pada 2019," kata Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko kata Moeldoko dalam gerakan Cegah Stunting, di Monas Jakarta Pusat, Minggu, 16 September 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Stunting Berpotensi Merugikan Negara Rp300 Triliun per Tahun
 
Moeldoko menjelaskan stunting disebabkan pola asuh dan pola makan yang tidak baik. Ditambah sanitasi yang tidak bersih dan tidak sehat.
 
Masalah tumbuh kembang anak tak hanya terjadi di pelosok dan pedesaan. Stunting juga melanda Ibu Kota.
 
Berdasarkan informasi dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan jumlah stunting di Jakarta mencapai 27%. "Ini Maslah mendasar. Di Jakarta seharusnya angkanya di bawah itu. Kita harus perangi stunting melalui program lintas kedinasan," ucap eks Panglima TNI itu.
 

(OJE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi