Ilustrasi. Foto: MI/Reza Sunarya
Ilustrasi. Foto: MI/Reza Sunarya

Jokowi Berharap Penggabungan Pelindo Tekan Biaya Logistik

Nasional Jokowi BUMN pelindo Pelabuhan Merger Pelindo
Kautsar Widya Prabowo • 14 Oktober 2021 12:40
Jakarta: Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan merger PT Pelabuhan Indonesia atau Pelindo I-IV. Penggabungan tersebut diharapkan dapat menekan biaya logistik.
 
Jokowi menyebut biaya logistik Indonesia masih tertinggal jika dibandingkan dengan negara tetangga. Saat ini, biaya logitistik di Indonesia masih tinggi, tepatnya berada di 23 persen bidandingkan negara-negara lain yang berada di kisaran 12 persen.
 
"Sekali lagi biaya logistik kita bisa bersaing dengan negara-negara lain, artinya daya saing kita competitiveness kita akan menjadi lebih baik," ujar Jokowi dalam konferensi pers secara virtual, Kamis, 14 Oktober 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam kesempatan tersebut, Jokowi mengatakan pengabungan PT Pelindo telah diinstruksikan sejak tujuh tahun lalu. Namun, merger Pelindo tak kunjung direalisasikan.
 
"Dan hari ini alhamdulillah tadi sudah disampaikan oleh Dirut Pelindo Pak Arif (Arif Suhartono), sudah terjadi Pelindo I, Pelindo II, Pelindo III, Pelindo IV menjadi PT Pelindo atau PT Pelabuhan Indonesia," kata Kepala Negara.
 
Baca: Penggabungan Pelindo Diharap Tingkatkan Efektivitas Pelabuhan
 
Sebelumnya, Wakil Menteri II BUMN Kartika Wirjoatmodjo menilai penggabungan atau merger empat BUMN pelabuhan Pelindo menjadi satu Pelindo menjadi momen penting dan bersejarah bagi pengelolaan BUMN kepelabuhanan.
 
"Merger ini adalah langkah penting dalam rangka peningkatan value creation bagi BUMN Pelabuhan. Inisiatif ini memiliki tujuan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi kepelabuhanan nasional," ujar Tiko sapaan akrab Kartika dalam keterangan resmi, Sabtu, 2 Oktober 2021.
 
Dia berharap penggabungan Pelindo dapat memberikan manfaat besar bagi aspek ekonomi dan sosial Tanah Air. "Semoga terwujudnya legal merger Pelindo memberikan optimisme kepada masyarakat Indonesia, bahwa kepelabuhanan nasional akan terus tumbuh dan pada akhirnya dapat bersaing dengan pemain besar pelabuhan dunia," kata Tiko.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif