Megawati Raih Gelar Bhakti Teratai Putra Paskibraka

Whisnu Mardiansyah 10 November 2018 23:07 WIB
megawati
Megawati Raih Gelar Bhakti Teratai Putra Paskibraka
Megawati Soekarnoputri meraih penghargaan Bhakti Teratai Putra Indonesia dari Pengurus Pusat Paskibraka. Foto: Medcom.id/Whisnu Mardiansyah.
Jakarta: Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri meraih penghargaan Bhakti Teratai Putra Indonesia dari Pengurus Pusat Paskibraka. Penghargaan ini diberikan atas dedikasi Megawati terhadap Pasukan Pengkibar Bendera Pusaka (Paskibraka). 

Acara penganugerahan berlangsung di Balai Sarbini, Jakarta Pusat. Acara dihadiri langsung oleh Megawati Soekarno Putri. Turut menemani mantan Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat.

Ketua Pusat Purna Paskibraka Indonesia Gousta Feriza menyampaikan sosok Megawati adalah panutan bagi alumni dan anggota Paskibraka nasional. Kata dia, penghargaan ini sebagai wujud apresiasi kepada Megawati yang berdedikasi terhadap Paskibraka. 


"Ibu Mega adalah bagian dari sejarah keluarga besar Paskibraka itu sendiri. Olah karenanya sudah sepatutnya memberikan penghargaan dan penghormatan tertinggi kepada beliau selaku purna Paskibraka Indonesia," kata Gousta di Balai Sarbini, Jakarta Pusat, Sabtu, 10 November 2018.

Dalam sambutannya, Megawati mengenang bagaimana pengalamannya menjadi anggota Paskibraka di Istana Negara saat perayaan HUT RI tahun 1964 lalu. Ia salah satu yang masih berkesempatan mengibarkan bendera pusaka asli yang dijahit ibunya, Fatmawati Soekarno Putri. 

"Saya saksi hidup, saya masih mengibarkan bendera pusaka asli. Lalu setelah itu saya lihat bendera pusaka asli masih dibawa tapi diganti dengan bendera baru yang waktu itu ditenun," kata Mega.

Megawati menuturkan saat itu bagaimana dirinya berlatih menjadi anggota Paskibraka oleh seorang tentara bersama Mayor Husein Muntahar. Dirinya mengungkapkan bagaimana sakralnya membawa bendera pusaka merah putih. 

Ia melanjutkan dirinya merasa terganggu disebut sebagai purna Paskibraka. Hal ini karena ia merasa tak pernah pensiun menjadi seorang Paskibraka.

"Saya sebenarnya ketika disebut purna agak terganggu kok kayak pensiunan yah tapi sebenarnya kita enggak pernah pensiun," ucap Megawati yang disambut gelak tawa tamu 

Putri Proklamator RI, Soekarno itu mengatakan menjadi Paskibraka adalah suatu kewajiban sepanjang hayat, tak hanya sekadar simbolis saat peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus.

Apalagi, lanjut Megawati setiap anggota Paskibraka pasti pernah mencium bendera pusaka merah putih. Hal ini menandakan setiap Paskibraka telah disumpah untuk mencintai Indonesia selamanya.

"Mencium bendera, itu sumpah kita kepada Indonesia Raya, jadi bagaimana disebut purna yah?" kata Megawati.



(HUS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id