Ilustrasi Seorang teknisi berjalan di samping sebuah alat sistem peringatan dini tsunami kawasan Indonesia dan Samudera Hindia yang diluncurkan di Tanjung Priok Jakarta, Rabu (19/9). Foto: Antara/Andika Wahyu.
Ilustrasi Seorang teknisi berjalan di samping sebuah alat sistem peringatan dini tsunami kawasan Indonesia dan Samudera Hindia yang diluncurkan di Tanjung Priok Jakarta, Rabu (19/9). Foto: Antara/Andika Wahyu.

Alat Deteksi Tsunami yang Rusak Segera Diganti

Nasional Tsunami di Selat Sunda
Achmad Zulfikar Fazli • 23 Desember 2018 20:41
Banggai: Presiden Joko Widodo meminta seluruh alat pendeteksi dini tsunami yang rusak segera diganti. Hal ini menyusul dua kali bencana tanpa diketahui secara detail sebelum kejadian, yakni gempa di Palu yang memicu tsunami dan tsunami di Selat Sunda.

"Saya perintahkan agar mengganti peralatan-peralatan yang rusak atau sudah lama tidak bisa dipakai," ujar Jokowi di Bandara Syukuran Aminuddin Amir, Binggai, Sulawesi Tengah, Minggu, 23 Desember 2018.

Dia mengaku, sudah meminta kepada jajarannya untuk mengecek alat pendeteksi dini tsunami dan menggantinya jika rusak. Dia pun ingin pengantian alat yang sudah tak berfungsi dengan baik dilakukan pada tahun depan. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



"Saya kira ini nanti masuk di anggaran baru 2019, awal Januari (2019) akan saya perintahkan agar mengganti peralatan yang rusak," ujar dia. Baca: BNPB Mengakui Alat Pendeteksi Dini Bencana Belum Komplet

Puluhan buoy atau pendeteksi dini tsunami yang dihibahkan dari Jerman, Amerika Serikat, dan Malaysia tidak dapat dioperasikan lagi. Kerusakan alat tersebut karena vandalisme dan hilang dicuri. 

Di sisi lain, dia mengimbau masyarakat yang berada di dekat pantai Selat Sunda untuk tetap tenang. Masyarakat juga diminta tidak mudah terpancing isu-isu akan terjadi tsunami susulan.

"Masyarakat saya imbau untuk tetap tenang tapi juga waspada, tidak terpancing oleh isu-isu yang menyesatkan," ucap dia.

Tsunami terjadi di Selat Sunda pada Sabtu malam, 22 Desember 2018. Hingga saat ini tercatat ada 222 orang tewas akibat bencana tersebut.

Selain itu, sebanyak 843 orang luka-luka, dan 28 orang hilang. Kemudian, 556 unit rumah rusak, 9 unit hotel rusak berat, 60 warung kuliner rusak, serta 350 kapal dan perahu rusak. 



(LDS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi