Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo. Foto: Medcom.id/Sunnaholomi Halakrispen.
Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo. Foto: Medcom.id/Sunnaholomi Halakrispen.

Modus Menyerahkan Diri, Teroris Serang 4 Polisi

Nasional teroris
Candra Yuri Nuralam • 05 April 2019 17:17
Jakarta: Densus 88 Anti Teror menangkap beberapa orang terduga teroris di Banjaran, Bandung, Jawa Barat, Kamis,4 April 2019. Terduga teroris sempat melakukan perlawanan hingga melukai empat orang polisi.
 
"Terluka benda tajam saat melakukan upaya paksa," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat 5 April 2019.
 
Dedi menceritakan, salah seorang terduga teroris bernama Salim Hadi Suci berpura-pura menyerahkan diri untuk mengalihkan perhatian kepolisian. Kemudian, pelaku menyerang empat polisi menggunakan senjata tajam.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ada beberapa tersangka, tidak saya sebutkan secara spesifik. Soalnya masih dalam pendalaman. Jumlah anggota empat yang terluka akibat sajam yang sengaja dipersiapkan," ujar Dedi.
 
Empat anggota kepolisian yang mengalami luka adalah Bripka Penpen Hanafiah anggota Sat Intelkam Polres Cimahi mengalami luka tusuk perut sebelah kanan. Anggota Bawah Kendali Operasi (BKO) Bripda Ahmad Kurnia luka tusuk di bagian perut kiri.
 
Kemudian, anggota Brimob Polda Jawa Barat Bharatu Dana ditusuk bagian paha sebelah kanan, dan Brigadir Muhaimin seorang anggota Brimob Cikeruh mengalami luka robek di paha sebelah kiri dekat selangkangan dengan ukuran luka dua sentimeter.
 
"Kondisinya sedang dirawat. Alhamdulilah sudah membaik. Sekarang Densus melakukan pendalaman dan pemeriksaan terhadap beberapa tersangka yang sudah kita amankan," ujar Dedi.
 
Baca: Kelompok Teroris A Diburu hingga Jatim
 
Dedi menambahkan, terduga teroris yang ditangkap Densus 88 ini merupakan jaringan Lampung Sumatera yang satu kelompok dengan Abu Hamzah di Sibolga. Penangkapan ini dilakukan usai pengembangan tersangka yang sebelumnya ditangkap di Bandung atas nama Sahid.
 
"Ya, jaringan Sibolga terkoneksi dengan jaringan yang ada di Jawa. Akan merencanakan amaliyah dengan sasaran petugas kepolisian yang sedang bertugas," ucap Dedi.
 
Polisi menduga jaringan Sibolga juga berada di wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.
 
"Sekarang fokus ke pemeriksaan beberapa tersangka yang sudah ditangkap. Sekarang semuanya masih dalam penanganan Densus 88," pungkas Dedi.

 

(FZN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif