Menteri LHK Siti Nurbaya memberi sambutan pada Rakornas Kadin untuk Agribisnis, Pangan dan Kehutanan di Jakarta. Foto
Menteri LHK Siti Nurbaya memberi sambutan pada Rakornas Kadin untuk Agribisnis, Pangan dan Kehutanan di Jakarta. Foto

Menteri Siti Ajak Kadin Buka Lapangan Kerja

Nasional lingkungan hidup
Medcom • 06 November 2019 14:09
Jakarta: Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya mengajak pengusaha anggota Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) membuka lapangan kerja di sektor kehutanan. Sektor kehutanan memerlukan tenaga kerja yang sangat banyak.
 
Hal itu diungkapkan Siti saat memberikan sambutan di hadapan 120 peserta Rakornas Kadin untuk Agribisnis, Pangan dan Kehutanan di Jakarta, Selasa 5 November 2019.
 
Dia mengungkapkan, hutan sosial dan tanah obyek reforma agraria membutuhkan banyak tenaga kerja. Mereka dibutuhkan untuk memulihkan lingkungan. Langkah yang bisa diambil di antaranya rehabilitasi lahan serta penanaman pohon di tengah masyarakat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Melalui ruang kerja dan usaha sosial tersebut, akan terbangun konfigurasi bisnis yang lebih harmonis antara bisnis skala besar dan bisnis masyarakat," kata Siti.
 
Siti mengungkapkan, bisnis tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengelola usaha berbasis sumber daya alam, khususnya bidang pertanian. Seperti pangan, kebun, peternakan dan perikanan.
 
Dalam Rakornas itu Siti juga menyampaikan tiga pesan yaitu, peningkatan lapangan kerja, membangun produksi untuk ekspor, serta berusaha untuk tetap menjaga iklim investasi yang ramah lingkungan.
 
"Hal ini untuk penguatan program ketahanan pangan dengan pola agroforestry hutan sosial atau kerja sama dunia usaha dan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) untuk pangan. Hal itu telah diatur dalam Permen Lingkungan Hidup dan kehutanan No 81 Tahun 2016," ujarnya.
 
Ketua Umum Kadin Rosan Roeslani menyebut selama ini telah ada langkah responsif Kementerian LHK atas beberapa persoalan dunia usaha.
 
Wakil Ketua Umum Kadin Franky Wijaya mengatakan, dengan dukungan pemerintah serta langkah kolaboratif, pihaknya memproyeksikan sektor pertanian akan meningkatkan kontribusi Gross Domestic Product (GDP) setidaknya 1,5%.
 

 

(FZN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif