Presiden Joko Widodo membagikan SK TORA bagi masyarakat adat se-Kalimantan dan sertifikat hak atas lahan, di Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis, 5 September 2019. Foto: Istimewa
Presiden Joko Widodo membagikan SK TORA bagi masyarakat adat se-Kalimantan dan sertifikat hak atas lahan, di Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis, 5 September 2019. Foto: Istimewa

Warga Kalimantan Perdana Kelola Tanah Reforma Agraria

Nasional reforma agraria
Antara • 05 September 2019 20:06
Pontianak: Warga Kalimantan menjadi yang perdana mendapatkan keistimewaan untuk mengolah tanah objek reforma agraria. Presiden Joko Widodo menyerahkan langsung Surat Keputusan Redistribusi Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) dan SK Hutan Adat untuk warga di Taman Digulis Pontianak, Kecamatan Pontianak Tenggara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat.
 
SK TORA yang diserahkan mencakup lahan yang tersebar di 10 kabupaten dari Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah. Pemberian SK TORA ini sebagai tindak lanjut dari Peraturan Presiden Nomor 88 Tahun 2017.
 
"SK TORA ini memberi kepastian bagi masyarakat yang telah menempati dan mengupayakan lahan yang berada di dalam kawasan hutan dalam kurun 20 tahun. Ini adalah proses kita untuk mendistribusi lahan dan memberikan kepastian hukum," kata Jokowi, Kamis, 5 September 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


SK TORA, lanjut Jokowi, diberikan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang berada di dalam kawasan hutan. Penerima SK TORA ini nantinya akan mendapatkan sertifikat hak atas tanah sesuai nama yang diterbitkan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN).
 
Di seluruh Indonesia, kata Presiden, pemerintah akan meredistribusi lahan dari kawasan hutan sekitar 2,65 juta hektare untuk masyarakat. Penyerahan SK kepada masyarakat tersebut merupakan wujud komitmen Presiden dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat kecil, terutama yang berada di dalam kawasan hutan, melalui reforma agraria.
 
"Artinya, yang pegang lahan ini tidak hanya yang gede-gede (besar-besar/korporasi). Saya selalu sampaikan, saya enggak pernah memberikan ke yang gede-gede, tapi ke rakyat yang kecil-kecil saya berikan," tegas Jokowi.
 
Presiden pun berharap agar masyarakat penerima SK TORA tersebut dapat memanfaatkan lahan yang mereka miliki menjadi lebih produktif dan bernilai ekonomi tinggi. Sebab, pemerintah daerah juga akan memberikan pendampingan bagi masyarakat agar dapat mengelola lahan dengan baik.
 
"Kalau saya sudah mendapat laporan, oh jengkolnya sudah bagus-bagus, produksi singkongnya juga baik, duriannya sudah tinggi-tinggi. (Baru) saya akan datangi. Datang untuk panen duren, panen singkong, dan panen produk-produk lainnya," ujar Presiden.
 
Selain menyerahkan SK TORA, Presiden juga menyerahkan SK Hutan Adat kepada masyarakat adat di Kalimantan Barat. SK tersebut meliputi Hutan Adat Rage, Gunung Temua, dan Gunung Jalo, di Kabupaten Bengkayang. Luasnya mencapai 535 hektare. Diberikan pula SK yang meliputi Hutan Adat Bukit Samabue dan Binua Laman Garoh di Kabupaten Landak dengan luas 1.110 hektare.
 

(UWA)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif