Desain ibu kota baru. Foto: Dok. Kementerian PUPR)
Desain ibu kota baru. Foto: Dok. Kementerian PUPR)

Pemindahan Ibu Kota Berpotensi Picu Kesenjangan Sosial

Nasional pemindahan ibukota Ibu Kota Baru
Kautsar Widya Prabowo • 28 November 2019 10:41
Jakarta: Pemerintah dinilai harus menangani segudang masalah sebelum memindahkan ibu kota negara ke Kalimantan Timur. Salah satunya potensi kesenjangan sosial antara penduduk lokal dan pendatang.
 
Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Tri Nuke Pudjiastuti mengatakan wilayah Kalimantan banyak dikuasai perusahaan tambang. Penduduk lokal kerap merasa dikucilkan pemangku kepentingan.
 
"Wilayah yang menimbulkan ekonomi yang luar biasa banyak mendatangkan pendantang. Biasanya pendatang lebih struggle dari masyarakat lokal, tingkat persentase marginalisasi tinggi. Ini tantangan ibu kota di Kalimantan," ujar Tri dalam Seminar Nasional Rencana Pemindahan Ibu Kota Negara dan Implikasinya Terhadap Kehidupan Sosial Penduduk, di Gedung LIPI, Jakarta Selatan, Kamis, 28 November 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pendidikan masyarakat di Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur juga berperan memunculkan kesenjangan sosial. Sebagian besar masyarakat hanya tamat sekolah dasar dan sekolah menengah pertama.
 
Kondisi tersebut timpang dengan latar belakang pendidikan para apartur sipil negara (ASN). ASN yang mayoritas bergelar sarjana akan berbondong-bondong pindah ke ibu kota baru.
 
"Terjadi persoalan gap pendidikan. ASN dengan tuntutan kerja, mudah beradaptasi. Sedangkan masyarakat lokal akan lebih sulit untuk beradaptasi," tuturnya.
 
Pemerintah juga diminta tak mengabaikan potensi gesekan penduduk kelas menengah dengan penduduk perdesaan di sekitar ibu kota baru. Wacana pemindahan ibu kota harus sesuai dengan tujuan awal, yakni mewujdukan pemeraatan ekonomi dan demografi.
 
"Implikasi perpindahan dalam hal kependudukan, seperti aspek infrastruktur perumahan,
ketenagakerjaan, dinamika sosial, dan etnisitas tentu akan memberikan dampak bukan hanya bagi pendatang namun juga penduduk setempat," pungkasnya.
 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif