Ketua Yayasan Penyintas Indonesia, Sucipto. Foto: Medcom.id/Candra Yuri Nuralam
Ketua Yayasan Penyintas Indonesia, Sucipto. Foto: Medcom.id/Candra Yuri Nuralam

Korban Terorisme Diajak Bangkit dari Trauma

Nasional terorisme
Candra Yuri Nuralam • 15 September 2019 12:09
Jakarta: Yayasan Penyintas Indonesia (YPI) mengajak korban terorisme bangkit dari trauma. YPI merangkul korban agar terus semangat menjalani hidup.
 
"Kami ingin mengubah kita (korban terorisme) semua menjadi penyintas survivor untuk melakukan kegiatan lebih baik ke depannya," kata Ketua Yayasan Penyintas Indonesia, Sucipto, di Hotel Sofyan, Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu, 15 September 2018.
 
Cipto mengungkapkan banyak korban terorisme tidak bisa menghilangkan trauma. Dalam beberapa kasus, korban masih merasakan sakit lantaran pengobatan yang belum maksimal.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia mencontohkan seorang korban bom Bali 2005. Korban masih menyimpan sisa puing ledakan di dalam tubuhnya.
 
Cipto menyebut korban tidak mau dioperasi lantaran trauma dan kurang biaya. Dia mengaku dengan bantuan YPI, korban didorong menjalani operasi pengangkatan sisa proyektil bom.
 
"Akhirnya dengan bantuan BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme) dan LPSK (Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban) datang memantau sendiri operasi," beber Cipto.
 
Cipto menyebut pihaknya ingin membantu lebih banyak korban terorisme. YPI tidak ingin para korban merasa sendiri.
 
YPI menawarkan beberapa trauma healing pada para korban. "Pertama korban bisa berdamai untuk diri sendiri di depan umum. Kedua, korban dapat berdamai dengan mantan pelaku kekerasan dan yang terakhir korban diharap dapat menciptakan narasi atau wacana perdamaian sehingga bisa bermanfaat bagi orang lain, terutama di Indonesia," tutur dia.

 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif