Ketua Bawaslu Abhan. Foto: Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto.
Ketua Bawaslu Abhan. Foto: Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto.

Bawaslu Beraktivitas Normal

Nasional Demo Massa Penolak Pemilu
Theofilus Ifan Sucipto • 23 Mei 2019 11:35
Jakarta: Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menyebut tetap melakukan kegiatan seperti biasa. Unjuk rasa tidak membuat aktivitas mereka terhambat.
 
"Kami tetap melakukan tugas dan tanggung jawab kami seperti menerima laporan bagian dari melayani publik," kata Ketua Bawaslu Abhan di depan Gedung Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis, 23 Mei 2019.
 
Selain menerima laporan, kata dia, Bawaslu juga mengagendakan beberapa sidang dan menerima laporan dari publik terkait administrasi pemilu. Pasalnya, ada lima sidang yang tertunda.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Satu soal sidang pembacaan putusan pendahuluan dan empat lainnya sidang pemeriksaan," beber dia.
 
Seharusnya, lanjut Abhan, sidang berlangsung pada Kamis, 16 Mei 2019. Namun, jadwal sidang baru dilakukan pekan depan karena situasi tidak memungkinkan. "Sidang insyallah kami agendakan hari Senin, 27 Mei 2019," pungkas dia.
 
Demonstrasi menolak hasil pemilu berlangsung di Bawaslu pada Selasa, 21 Mei 2019, dan Rabu, 22 Mei 2019. Unjuk rasa sempat berujung ricuh karena massa yang tak kunjung membubarkan diri hingga malam. Kericuhan justru menyebar ke wilayah lain.
 
Kericuhan aksi 22 Mei terjadi di tiga lokasi: Gedung Bawaslu; Asrama Polisi di Petamburan, Jakarta Pusat; dan Gambir, Jakarta Pusat. Dari tiga tempat kejadian perkara (TKP) itu, polisi mengamankan 257 provokator aksi.
 
"Untuk di Bawaslu ada 72 tersangka. Kemudian di Petamburan ada 156 tersangka dan di Gambir ada 29 tersangka," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Rabu, 22 Mei 2019.
 
Argo memerinci alasan penangkapan di masing-masing TKP. Provokator unjuk rasa di Bawaslu, kata dia, ditangkap karena melawan petugas. "Kemudian juga melakukan perusakan dan memaksa masuk ke gedung Bawaslu," ujar Argo.
 
Baca: Aparat Diminta Tegas Terhadap Dalang Kerusuhan
 
Ada sejumlah barang bukti diamankan saat aksi di Bawaslu. Alat bukti ini meliputi bendera hitam, petasan, telepon genggam, dan mata uang asing senilai USD2.760 dolar Amerika atau sekitar Rp39,8 juta.
 
Provokator aksi di Petamburan diamankan karena membakar mobil dan menyerang Asrama Polisi. Dari aksi di Petamburan ini, polisi mengamankan celurit, busur panah, bom molotov. Selain itu, ada juga amplop yang berisikan uang antara Rp200 hingga Rp250 ribu.
 
"Amplop itu sudah ada nama-namanya. Ada juga uang Rp5 juta yang diakui untuk operasional," sebut Argo.
 
Sementara itu, provokator aksi di Gambir diringkus lantaran penyerangan Asrama Polisi dan Polsek Gambir. Di TKP ini, polisi mengamankan batu dan telepon genggam.
 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif