NEWSTICKER
Sejumlah WNI beraktivitas di Hanggar Pangkalan Udara Raden Sadjad, Ranai, Natuna, Kepulauan Riau, saat masa observasi pascaevakuasi dari Wuhan, Tiongkok, Selasa, 4 Februari 2020. Foto: Antara/M Risyal Hidayat
Sejumlah WNI beraktivitas di Hanggar Pangkalan Udara Raden Sadjad, Ranai, Natuna, Kepulauan Riau, saat masa observasi pascaevakuasi dari Wuhan, Tiongkok, Selasa, 4 Februari 2020. Foto: Antara/M Risyal Hidayat

Prosedur Kesehatan Lokasi Karantina di Natuna Diperketat

Nasional Virus Korona
Kautsar Widya Prabowo • 06 Februari 2020 19:55
Jakarta: Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Anung Sugihantono memastikan kebersihan di lokasi observasi ratusan warga di Natuna terjaga dengan baik. Penyemprotan cairan desinfektan dilakukan secara berkala.
 
"Melakukan (penyemprotan) disinfeksi pada meja makan, tempat tidur yang dilakukan oleh teman-teman semuanya," kata Anung melalui sambungan skype dari Natuna, Kamis, 6 Februari 2020.
 
Kegiatan tersebut, kata Anung, dilakukan rutin pada pagi dan sore hari. Terutama, tempat tidur warga yang menjalani observasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tempat makan mejanya dilap dengan desinfektan sehari tiga kali setelah makan tentunya," lanjutnya.
 
Prosedur Kesehatan Lokasi Karantina di Natuna Diperketat
Warga dari Hubei tiba di bandara Hang Nadim Batam. Foto: Dok Kemenlu
 
Sebanyak 238 warga yang dipulangkan dari Hubei, Tiongkok Tiongkok masih menjalani karantina di Natuna. Satu di antaranya merupakan warga negara Tiongkok. Karantina dalam rangka observasi itu berlangsung 14 hari sejak Minggu, 2 Februari 2020.
 
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan wabah virus korona menjadi darurat kesehatan global. Jumlah kematian melonjak menjadi 564 orang dan menginfeksi 28.028 orang per Kamis, 6 Februari 2020.
 
Wabah korona jenis baru pertama kali muncul di Wuhan, Tiongkok. Infeksi virus korona menyebar ke sedikitnya 25 negara. Virus ini mirip dengan sindrom pernapasan akut berat (SARS) yang menewaskan ratusan orang di berbagai negara pada 2002-2003.
 

 

(AGA)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif