Suasana lalu lintas di Jalan Sudirman, Jakarta, saat PSBB, Selasa, 14 April 2020. Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
Suasana lalu lintas di Jalan Sudirman, Jakarta, saat PSBB, Selasa, 14 April 2020. Foto: Antara/Hafidz Mubarak A

Pengamat UPH: Kesehatan dan Ekonomi Dapat Berjalan Simultan

Nasional Virus Korona pandemi covid-19
Antara • 17 September 2020 04:53
Jakarta: Pengamat komunikasi politik Universitas Pelita Harapan (UPH) Emrus Sihombing menilai dalam menangani pandemi covid-19, isu kesehatan dan ekonomi bisa berjalan simultan. Namun, komunikasi soal masalah kesehatan harus dilaksanakan dengan tepat sasaran.
 
"Penanganan kesehatan simultan dengan geliat ekonomi pilihan sangat tepat dengan kondisi sosial ekonomi Indonesia saat ini. Jangan samakan dengan negara yang luasnya sedikit dan cadangan devisa luar biasa. Tapi, tentu berada pada hotspot komunikasi promosi kesehatan penanganan kasus covid-19," kata Emrus, di Jakarta, Rabu, 16 September 2020.
 
Menurut dia, tanpa komunikasi berada pada titik panas, pilihan untuk mengatasi persoalan kesehatan dan ekonomi tidak akan dapat dilakukan secara substansial. Bahkan, potensi munculnya berbagai masalah sosial baru bisa timbul.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Promosi penanganan covid-19 harus masif, terstruktur, sistematis, bersinambungan kreatif, inovatif, dan berkelanjutan secara nasional hingga pada tingkat keluarga. Dengan begitu, masyarakat sadar dan taat terhadap seluruh protokol kesehatan.
 
Dengan cara ini, masyarakat akan paham resiko fatal pada diri dan anggota keluarganya ketika lalai sekejap saja tidak menjalankan protokol kesehatan. Untuk itu, komunikasi kesehatan harus berada pada orbit titik panas baru kemudian kesehatan dan ekonomi dilakukan simultan.
 
Baca: 'Banyak Kepala' Dianggap Tak Menyelesaikan Masalah Penanganan Pandemi
 
Dalam situasi meningkatnya jumlah kasus virus korona di Tanah Air, tambah dia, Indonesia tidak harus memilih apakah menyelesaikan persoalan kesehatan atau ekonomi. Kedua ini dapat berjalan beriringan tanpa merugikan salah satu sisinya.
 
"Sebagai fenomena yang dihadapi masyarakat terkait dengan kasus covid-19 ini, masih ada pilihan lain, yang menurut saya lebih baik, yaitu penanganan kesehatan dilakukan simultan dengan geliat ekonomi di tengah masyarakat, tentu dalam suatu ruang komunikasi promosi kesehatan penanganan kasus covid-19," kata Emrus.
 
(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif