Ilustrasi/Medcom.id
Ilustrasi/Medcom.id

Rektor UNS: Media Bermutu Tak Menyebar Hoaks

Nasional pers hoax
Kautsar Widya Prabowo • 21 Oktober 2020 22:11
Jakarta: Rektor Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Jamal Wiwoho menyebut perkembangan informasi yang semakin pesat dibarengi efek samping berupa berita hoaks. Informasi bohong tak bisa dibendung, apalagi ketika memasuki media sosial.
 
Menurut dia, media massa yang bermutu harus berkontribusi dalam penangkalan hoaks. Salah satunya dengan memberikan informasi sesuai fakta.
 
"Media yang baik selalu menjaga kualitas isi tulisan," ujar Jamal dalam diskusi virtual Wedangan Ikatan Alumni (IKA) UNS, Rabu, 21 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Jamal menyakini media massa yang menjadi acuan masyarakat sangat anti terhadap hoaks. Sebab sudah menjadi muruah media terakreditasi untuk memberi kabar terverifikasi.
 
Jamal ingin media massa berkomitmen memproduksi penangkal hoaks. Sehingga dapat melawan berita bohong dan tak memengaruhi opini masyarakat.
 
"Karena berita bohong itu yang diulang-ulang terus (dapat) menjadi benar (di mata masyarakat)," jelasnya.
 
Ia menambahkan, pihaknya juga berkontribusi dalam edukasi menangkal hoaks. Terutama di lingkungan pendidikan UNS.
 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif