Massa Bela Palestina Tuntut PBB Tegas soal Trump

Siti Yona Hukmana 11 Mei 2018 13:04 WIB
unjuk rasa
Massa Bela Palestina Tuntut PBB Tegas soal Trump
Massa aksi bela Palestina/Medcom.id/Siti Yona
Jakarta: Massa aksi bela Palestina di Monas menentang kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Kebijakan Trump dianggap zalim dan menantang Islam.

"Majelis umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bersikap tegas atas pelanggaran Donald Trump. Kebijakan Trump itu bertentangan dengan sembilan resolusi dan keamanan PBB," kata Sekretaris Koalisi Bela Baitul Maqdis Ustaz Syaefudin Ahmad Suhada di Silang Monas, Jakarta Pusat, Jumat, 11 Mei 2018.

Massa juga menuntut organisasi kerja sama Islam (OKI) menentang keras keputusan Trump memindahkan Kedubes AS dari Tel Aviv ke Yerusalem pada 14 Mei 2018.  OKI juga didesak menggelar sidang darurat untuk menyuarakan aspirasi umat Islam.


"Kepada pemerintah Amerika Serikat untuk membatalkan pengakuan terhadap eksistensi negara Israel dan rencana pemindahan kedutaannya ke Yerusalem. Serta keputusan provokatif yang mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel," ucap dia.

Baca: Massa Aksi Bela Palestina Padati Monas

Tuntutan selanjutnya ditujukan pada pemerintah Indonesia. Pemerintah harus berjuang keras menggunakan haknya dan mendesak PBB melawan keputusan Trump. Pemerintah  pernah berjanji soal iitu.

"Kepada seluruh rakyat Indonesia agar terus bersatu dan memperjuangkan hak-hak Palestina untuk mencapai kemerdekaan yang sesungguhnya," ucap dia.

Terakhir, umat Islam Indonesia diminta tetap berada di bawah pimpinan ulama. Itu pentitng agar perjuangan pembebasan Baitul Maqdis dan kembalinya Masjidil Aqsa ke pangkuan Islam.



(OJE)