Hoaks Buat Trauma Psikis Korban Gempa Bertahan
Bangunan runtuh setelah Palu diguncang gempa - Medcom.id/Surya Perkasa
Palu: Penyakit psikis dideteksi menyerang korban gempa dan tsunami di Sulawesi Selatan. Hal ini ditemukan tim klaster kesehatan penanganan bencana Sulteng.

Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes Achmad Yurianto menyebut trauma menyerang kelompok rentan seperti anak-anak. Dia berharap seluruh elemen ikut terlibat untuk menghapus trauma masyarakat terdampak bencana.

"Menangani kasus psikologi ini tugas bersama. Lawannya trauma healing (pemulihan trauma) itu trauma building (membangun trauma)," kata pria yang kerap disapa Yuri ini, Jumat, 5 Oktober 2018.


Berita bohong atau hoaks, disebutnya sebagai salah satu penghambat utama pemulihan trauma. Hoaks dapat menyebabkan warga menjadi takut.

"Misalnya berita hoaks Palu akan tenggelam yang sempat viral," kata dia.

Pemberitaan di media juga memiliki peran besar dalam pemulihan trauma warga terdampak. Dia berharap media tidak lagi mengekspos foto dan gambar di hari-hari-hari pertama penanggulangan bencana.

Orang yang tidak tahu berpikir Palu dan sekitarnya itu masih rusak parah. "Akhirnya ketika ada hoaks, langsung percaya dan disebar," kata dia.

Bagi orang yang tidak merasakan langsung bencana, menganggap berita hoaks sebagai hal biasa. Tapi bagi mereka yang trauma, hal kecil pun bisa memicu trauma mereka.

"Suara kardus ditendang pun bisa membuat mereka kaget," pungkas dia.



(JMS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id