Ilustrasi Misa Natal di Gereja Katedral Jakarta. Foto: Antara/Wahyu Putro.
Ilustrasi Misa Natal di Gereja Katedral Jakarta. Foto: Antara/Wahyu Putro.

Wali Kota Malang Diimbau Mencontoh Risma

Nasional perayaan natal dan tahun baru natal dan tahun baru
22 Desember 2018 14:13
Jakarta: Wali Kota Malang Sutiaji disarankan merevisi surat imbauan yang dikeluarkannya terkait Natal dan tahun baru 2019. Sutiaji diimbau mencontoh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.
 
"Kami menyayangkan diterbitkannya surat imbauan itu. Surat itu diskriminatif dan tidak mencerminkan rasa keberagaman yang menjadi kekuatan Indonesia," kata juru bicara PSI bidang hukum, Surya Tjandra, Jumat, 21 Desember 2018.
 
Dalam surat bernomor 730/4146/35.73.406/2018 bertanggal 17 Desember 2018 dan bersifat penting itu ada lima poin yang disampaikan. Poin yang dinilai kurang sensitif pada keberagaman termaktub pada poin kedua.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Poin kedua berbunyi, `bagi warga yang mengadakan pesta perayaan Natal dan tahun baru tidak dilakukan secara demonstratif yang mengganggu perasaan umat lain dan mengganggu ketertiban umum serta menyampaikan pemberitahuan kepada pihak terkait sesuai ketentuan yang berlaku’.
 
Menurut Surya, frase `demonstratif yang mengganggu perasaan umat lain` itu berdampak pada terbatasnya ruang bagi umat Kristen dalam merayakan hari keagamaannya.
 
"Umat Kristen yang merayakan Natal justru harus dihormati sebagai bentuk jaminan negara atas kebebasan hak beragama dan berkeyakinan," kata Surya.
 
Surya berharap Wali Kota Malang Sutiaji mempertimbangkan surat edaran itu agar dicabut seraya membuat aturan yang mendorong rasa kebersamaan sesama warga sehingga tercipta sikap saling menghormati dalam kehidupan beragama.
 
"Saya mengapresiasi Wali Kota Malang yang menyatakan ingin mengayomi semua pihak dan tidak mendiskreditkan kelompok lain dalam konteks ini. Tapi pernyataan itu harus dibuktikan dalam pembuatan aturan yang inklusif dan tidak menciderai semangat kesetaraan warga di mata hukum," katanya.
 
Baca: Tips Menhub Jika Melintasi Tol Transjawa
 
Dalam hal aturan mengenai perayaan Natal dan tahun baru, Surya menyarankan Sutiaji belajar dari Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang menerbitkan aturan serupa pada 2016.
 
"Surat edaran yang diterbitkan Risma mempertimbangkan kebersamaan. Tidak ada satu poin pun yang terindikasi membatasi umat Kristen merayakan Natal. Toleransi di Surabaya benar-benar dikukuhkan, bukan hanya retorika," katanya.
 
Wali Kota Malang Sutiaji menegaskan, pihaknya tidak bermaksud diskriminatif dalam surat imbauan itu. Kata `demonstratif` dimaksudkan agar tak bersifat hura-hura, tidak mengganggu ketertiban umum agar perayaan Natal dapat berjalan dengan khidmat.
 
"Jadi surat imbauan itu kan Perayaan Natal dan Tahun Baru. Itu jangan dilihat sepotong-sepotong. Lihat secara menyeluruh, mohon dipahami," kata Sutiaji.
 

 

(FZN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi