Peneliti Pusat Penelitian Fisika LIPI Bambang Widiyatmoko memegang LTS - Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo.
Peneliti Pusat Penelitian Fisika LIPI Bambang Widiyatmoko memegang LTS - Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo.

Peneliti Tawarkan Alternatif Alat Peringatan Dini Tsunami

Nasional tsunami
Kautsar Widya Prabowo • 02 Januari 2019 18:34
Jakarta: Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menawarkan alternatif alat peringatan dini tsunami. Alat itu dinamakan laser tsunami sensor.
 
Peneliti Pusat Penelitian Fisika LIPI Bambang Widiyatmoko mengungkapkan alat ini tercetus lantaran minimnya instrumen peringatan dini tsunami. Terlebih saat kondisi tsunami Aceh 2004 lalu.
 
Cara kerja alat ini mudah. Laser tsunami sensor bisa diletakan pada kabel fiber optik yang berada di dasar laut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Yang saya tahu instrumen kebencanaan tidak ada, alat-alatnya mahal, bukan karena biaya produksinya tapi karena marketnya sedikit, hanya pemerintah, menjadikan peneliti mengeksplore kemampuan yang kita punya," ujar Bambang saat berbincang dengan Medcom.id, di Gedung LIPI, Jakarta Selatan, Rabu, 2 Januari 2019.
 
Penyandang gelar doktor jebolan Tokyo Institute of Technology itu telah berhasil memproduksi sensor tersebut. Ini berawal dari tawaran pihak Penelitian dan Pengambang (Litbang) Badan Penggulangan Bencana Jepang.
 
(Baca juga:Laser Tsunami Sensor Diklaim Lebih Baik dari Buoy)
 
"Kami punya ide, Litbang BNPB Jepang kesulitan, sehingga dikirim ke perusaahan untuk membuat lasernya," beber dia.
 
Rencananya, alat itu bakal dikembangkan di Indonesia dengan konsep yang lebih sederhana agar mudah dipahami. Hal tersebut juga untuk menghindari kesamaan produk atau adanya masalah hak cipta dengan yang dibuat di negara matahari tersebut.
 
"Tugasnya peneliti menemukan hal yang baru, yang lebih simpel, dia (tsunami laser) memerlukan dua laser, dari dua laser dicari beda frekuensi yang didapat, nah kalau tidak berpengalaman di bidang laser akan sulit, dan perlu alat ukur juga untuk mendekatkan laser satu dengan laser satunya, tidak banyak alat yang bisa lihat itu," imbuh dia.
 


 

(REN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi