Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian. Foto: Medcom.id/M Sholahadhin Azhar
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian. Foto: Medcom.id/M Sholahadhin Azhar

Tito Mengakui Tugas Kapolri Berat

Nasional polri
Juven Martua Sitompul • 29 Oktober 2019 16:41
Jakarta: Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengaku tugas menjadi Kapolri sangat berat. Tito bekerja keras mencairkan dinamika politik selama pilkada dan pilpres yang berdampak pada keamanan negara.
 
“Saya merasakan cukup berat bertugas, kita berhadapan dengan peristiwa-peristiwa besar, terutama dinamika poltik yang berdampak pada keamanan,” kata Tito dalam acara Penyerahan Tugas dan Tanggung Jawab Ketua Umum Bhayangkari dan Ketua Pembina Yayasan Kemala Bhayangkari di Auditorium STIK-PTIK, Jakarta, Selasa, 29 Oktober 2019.
 
Namun, Tito senang mendapat dukungan luar biasa dari jajaran Bhayangkari. Hal itu membuat Tito dapat melewati segala dinamika selama menjabat sebagai Kapolri.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Selama 3 tahun 3 bulan menjabat sebagai Kapolri, saya merasakan dukungan yang sangat luar biasa dari jajaran Bhayangkari termasuk Yayasan Kemala Bhayangkari dan juga kaitan dengan aktivitas Polwan,” kata Tito.
 
Tito mengucapkan terima kasih kepada jajaran yang mendukung penuh kerjanya selama bertugas sebagai orang nomor satu di Korps Bhayangkara. Khususnya, kepada para Kapolda yang ikut mengamankan daerah dari aksi terorisme hingga menyukseskan pilkada.
 
Dia menyebut kasus-kasus cukup besar menyita perhatian nasional seperti terorisme dan Pilkada 2018 di 171 daerah. Puncaknya, kata Tito, Pemilu Serentak 2019.
 
"Lebih keras lagi pemilu yang pertama kali serentak di 2019, presiden/wapres ditambah dengan empat tingkatan parlemen, DPD, DPR RI, DPRD tk. I dan tk II, dan dilakukan serentak pada waktu satu hari. Itu adalah pemilu yang mungkin paling besar se-dunia,” ucap dia.
 
Tito juga menyinggung aparat yang gugur saat menjalankan tugas. Dia menyebut cukup banyak aparat gugur di daerah konflik, Papua, Poso, terkena serangan teror, demonstrasi, mulai dari yang luka hingga tewas pada aksi demo.
 
"Inilah risiko kita sebagai Bhayangkara Negara. Saya ucapkan terima kasih banyak kepada ibu-ibu Bhayangkari karena telah banyak memberikan kontribusi. Saya memahami bagaimana perasaan keluarga, khawatir, saya mohon memberikan dukungan agar mereka semangat, tugas negara diutamakan,” kata dia.
 
Tito Karnavian merupakan mantan Kapolri yang kini menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri periode 20019-2024 dalam Kabinet Indonesia Maju. Jabatan ini mengharuskan istrinya, Tri Tito Karnavian, menarik diri dari organisasi Bhayangkari. Tri sebelumnya menjabat sebagai Ketua Umum Bhayangkari dan Ketua Pembina Yayasan Kemala Bhayangkari.

 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif