Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brojonegoro (kiri) bersama dengan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. MI/Pius Erlangga.
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brojonegoro (kiri) bersama dengan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. MI/Pius Erlangga.

Ibu Kota Baru Usung Konsep Forest City

Nasional pemindahan ibukota
Nur Azizah • 02 Agustus 2019 06:03
Jakarta: Ibu kota baru akan dibuat dengan pendekatan lingkungan. Lantaran lokasinya di Kalimantan, maka Pemerintah Pusat akan mengusung konsep forest city.
 
"Kita menerapkan pendekatan lingkungan kita dalam membangun perkotaan. Kita bukan bangun garden city tetapi forest city, bagaimanapun Kalimantan adalah paru-paru dunia," kata Menteri Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro di Jakarta Pusat, Kamis, 1 Agustus 2019.
 
Sekalian itu, pemerintah bakal memanfaatkan clean and renewable energy. Gedung-gedung pemerintahan pun akan dirancang dengan konsep green building.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dengan konsep forest city akan menghadirkan ruang terbuka hijaunya minimal 50 persen dari luas lahan ibu kota baru. 50 persen itu bisa dalam bentuk rekreasional park, botanical garden, area olahraga, dan lainnya.
 
"Tapi harus memperhatikan topografinya apakah berbukit, apakah dekat sungai atau lainnya," ucap dia.
 
Di ibu kota baru, pemerintah akan mendorong energi terbarukan. Nantinya, energi solar maupun gas akan diubah menjadi daya listrik yang efisien demi menunjang konsep forest city.
 
Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono memastikan pembangunan ibu kota baru tak akan merusak hutan lindung. Pembangunan ibu kota tetap mempertahankan kondisi hutan yang sudah ada.
 
"Kami akan meminimalisasi mengintervensi alam. Buka lahan itu harus seminimal mungkin. Jadi, tetap mempertahankan kondisi hutan yang ada," kata Basuki.
 
Ia menyebut sudah ada dua lokasi yang cocok dijadikan ibu kota baru. Sayangnya, ia enggan membocorkan pada awal media. Ia hanya memastikan pembangunan tidak di hutan lindung.
 
"Enggak di hutan lindung. Kita sudah ada pemetaan dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang saja. Kira-kira ada dua lokasi di Kalimantan," ujar dia.
 
Basuki tak mau memberikan petunjuk terkait lokasi calon ibu kota. Terkait tempat akan diumumkan langsung oleh Presiden Joko Widodo bulan ini.
 
"Tunggu nanti Pak Presiden yang sampaikan" imbuh dia.
 
Ia menyampaikan sudah ada dua kandidat lokasi. Masing-masing memiliki luas sekitar 300 ribu dan 100 ribu hektare. Kendati belum memutuskan lokasi ibu kota baru, namun Basuki sudah memiliki konsep pembangunan.
 
"Konsep desain sudah kita selesaikan, mungkin nanti harus direvisi lagi oleh Pak Iman Aerlamus sebagai ketua tim ini untuk menghaluskan lagi konsep desainnya seperti apa," pungkas Basuki.
 

(EKO)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif