Direktur Eksekutif INDEF, Tauhid Ahmad
Direktur Eksekutif INDEF, Tauhid Ahmad

Kenaikan Iuran BPJS Dinilai Tambah Beban Masyarakat

Nasional BPJS Kesehatan
Zakaria Habib • 17 November 2019 23:46
Jakarta: Angka kenaikan iuran BPJS melalui Perpres nomor 75 tahun 2019 tentang Jaminan Kesehatan Nasional dianggap menambah beban masyarakat. Sebab, kenaikan ini lebih tinggi dibandingkan rekomendasi kelompok-kelompok profesional melalui kajian keekonomian.
 
Direktur Eksekutif INDEF, Tauhid Ahmad mengatakan selisih iuran cukup signifikan itu akan menimbulkan persoalan di masyarakat. Dia menilai pemerintah saat ini sedang berusaha menambal defisit BPJS dengan menaikkan iuran BPJS jauh lebih tinggi dari perekonomian.
 
"Jadi seolah-olah seperti itu untuk menambal defisit yang diperkirakan Rp32,8 triliun pada tahun 2019," kata Tauhid dalam diskusi di kawasan Cikini, Jakarta, Minggu, 17 November 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tauhid menyebut beban tersebut tidak adil bagi golongan 1 dan 2. Apalagi, kenaikan dua kali lipat itu jauh lebih tinggi daripada perhitungan orang-orang aktuaria yang melakukan perhitungan secara profesional.
 
"Yang saya lihat juga penting adalah bahwa kenaikan yang dua kali lipat ini akan sangat mengganggu masyarakat ketika dompet kita katakanlah hanya punya 80 (ribu) tahu-tahu naik dua kali lipat, tentu saja harus ada kenaikan biaya pendapatan yang harus ada di dompet juga dua kali lipat," kata dia.
 
Menurut Tauhid, peningkatan iuran BPJS hingga 100 persen merupakan hal yang tak wajar dan patut dipertanyakan. Dia khawatir awal 2020 masyarakat akan kesulitan memenuhi biaya penting lain seperti biaya pendidikan, sandang, pangan dan lainnya.
 
"Ingat bahwa pada tahun 2020 ada beban beban lain yang harus ditanggung oleh masyarakat, misalnya untuk kelompok masyarakat yang pada beban listrik sekitar yang 900 volt ampere yang subsidinya dihapus, kemudian ada pada proyeksi juga kenaikan beberapa harga BBM dan sebagainya. Jadi Kami khawatir tahun 2020 dengan beban masyarakat yang semakin tinggi maka daya beli semakin kurang dan justru memperlambat perekonomian kita secara nasional," pungkas Tauhid.
 

(JMS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif