Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Gusti Ayu Bintang Darmavati. MI/Ramdani.
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Gusti Ayu Bintang Darmavati. MI/Ramdani.

Menteri PPA Minta Pelaku Kekerasan Anak Ditindak Tegas

Nasional kekerasan anak
Rifaldi Putra irianto • 01 Desember 2019 08:48
Jakarta: Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA), Gusti Ayu Bintang Darmavati meminta polisi menindak tegas pelaku kekerasan terhadap anak. Hal ini ditegaskannya usai mengunjungi balita 2,5 tahun yang menjadi korban penganiayaan kekasih dari ibu kandungnya.
 
"Tindak tegas dan berikan hukuman sesuai dengan tindak pidana yang dilakukan dan di proses sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Namun penanganan terhadap anak korban kekerasan tetap yang paling penting, kita harus bersama-sama memberikan yang terbaik pada korban apalagi dalam hal ini masih usia balita," kata Bintang di RSUP Sanglah, Kota Denpasar, Bali, Sabtu, 30 November 2019.
 
Kementerian PPPA akan terus memantau kondisi korban. Termasuk, memastikan korban mendapat perawatan baik dari pihak rumah sakit.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kita akan memastikan korban mendapatkan penanganan yang terbaik pasti kami lakukan, salah satunya dengan tidak membebani atau meminimalkan pembiayaan yang memberatkan pihak korban," ujarnya.
 
Bintang menyebut salah satu faktor kekerasan terhadap anak masih terjadi karena pelaku 'kebal hukum'. Artinya, penegak hukum tidak serius menindaklanjuti kasus-kasus kekerasan terhadap anak.
 
"Jika kita lihat selama ini banyak kasus kekerasan baik pada perempuan dan anak yang mana pelakunya tidak di proses secara hukum, nah ini menjadi salah satu faktor yang membuat semakin banyak kasus kekerasan pada perempuan dan anak," kata dia.
 
Kementerian PPPA akan terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk mengantisipasi kejadian serupa. "Dari sinergi ini akan terlihat jelas, siapa yang mengerjakan apa dan bagaimana tindak lanjutnya, agar tidak ada tumpang tindih dan saling lempar tanggung jawab," pungkasnya.
 
Balita berusia 2,5 dianiaya pacar dari ibu kandungya Khofifah Dwi Rahmadani, 20. Pelaku Ari Juniarta, 22, saat ini sudah diamankan pihak kepolisian.
 
Akibat penganiayaan tersebut, korban mengalami luka fisik cukup parah. Di antaranya patah tulang di bagian paha dan kaki, luka di leher, hingga terdapat bekas cakaran kuku di tubuhnya. Korban juga mengalami gangguan psikologis yaitu trauma berat saat melihat boneka dan sosok pria tak dikenal.
 

(JMS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif