ilustrasi: ANTARA FOTO/Ampelsa/Asf/mes/14.
ilustrasi: ANTARA FOTO/Ampelsa/Asf/mes/14.

Belum Pencoblosan, Surat Caleg yang Menang Sudah Ada?

Nasional kecurangan pemilu
Fitra Iskandar • 01 April 2014 18:32
medcom.id, Jakarta: Hari pencoblosan Pemilihan Umum 2014, masih delapan hari lagi, tetapi sejak dua pekan lalu sudah beredar lembaran surat yang berisi siapa calon legislatif yang menang. Surat-surat itu beredar di dua tempat.
 
Panglima Barisan Keamanan Apirasi Rakyat (Bakar) Kecurangan Pemilu, Sukmadji Indro Tjahjono mengklaim ia menerima laporan dari daerah bahwa ada surat yang berisi daftar calon legislatif pemenang Pemilu itu dari Provinsi Jawa Barat dan satu lagi dari Gowa, Sulawesi Selatan.
 
“Yang dari Jawa Barat, ada lembaran atas nama pelaksana pemilu, tetapi saya enggak tahu itu Komisi Pemilihan Umum atau Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). Kalau di Gowa itu partai yang mengedarkan,” ujar Indro Tjahjono tanpa merinci, kepada Metrotvnews.com, Selasa (1/4).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Indro menilai surat lembaran yang dilaporkan ke Bakar Kecurangan Pemilu terlihat asli. Dia khawatir surat itu merupakan sebuah kesepakatan antara pelaksana pemilu dan partai tentang siapa yang akan harus menang. “Kesepakatan seperti itu biasanya terealisasi,” ujar dia.
 
Indro juga mengingatkan bahwa tingkat rentan kecurangan Pemilu 2014, masi sama seperti pemilu-pemilu sebelumnya. Pasalnya, faktor yang memicu kecurangan-kecurangan pemilu di masa lalu belum teratasi secara tuntas.
 
“Salah satu yang terus berulang lagi yaitu soal DPT. Pada 2004 datanya amburadul, pada 2009 juga amburadul. Yang sekarang ini, dengan adanya E-KTP lebih berantakan. E-KTP itu kelihatannya merapikan data tetapi pada kenyataan pelaksanananya tidak memenuhi harapan ,” jelasnya.
 
Pada saat pencoblosan, sistem jujur dan adil juga diragukan bisa diterapkan. Alasannya, Badan Pengawas Pemilu dan Panitia Pengawas Pemilu bekerja berdasarkan pengaduan dan tidak mengawal proses pemilu secara langsung, bahkan dalam fase krusial seperti dalam perhitungan suara.
 
“Bagaimana menjamin data otentik dari Tempat Pemungutan Suara ke KPPS. Bagaimana pengamanannya, siapa yang membawa kertas suara dan siapa yang mengawasi pengantaran itu? Bawaslu tak punya personel yang cukup,“ katanya.
 
“Saat dikumpulkan di KPPS, siapa yang jaga? Pada pemilu lalu, ada kejadian di daerah Blora, Jawa Tengah, tiba-tiba lampu kecamatan mati, pada saat itu terjadi macam-macam. Mati lampunya lama, sampai pagi. Itu menunjukkan memang data-data pemilu tidak aman,” ujarnya.
 

(FIT)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif