Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Januari-Oktober 2021, Terdapat 12.938 Anak Jadi Korban Kekerasan

Nasional Kekerasan Anak Sekolah Kekerasan di Sekolah anak
Atalya Puspa • 24 November 2021 09:16
Jakarta: Sebanyak 12.938 anak menjadi korban kekerasan sepanjang Januari-Oktober 2021. Berdasarkan data Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (SIMFONI PPA), sebanyak 2,55 persen kekerasan dilakukan guru di sekolah.
 
Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) Nahar mengatakan kekerasan di sekolah perlu mendapatkan perhatian dari semua pihak meskipun angkanya tidak terlalu tinggi. Salah satu kasus yang sedang mencuat ialah dugaan kekerasan dan dan pemenjaraan oleh pendidik kepada anak didik pada sekolah menengah kejuruan (SMK) di Batam.
 
Hal ini seolah-olah memberikan gambaran kepada masyarakat bahwa sekolah yang sejatinya menjadi tempat aman dan nyaman untuk tumbuh dan berkembang anak, malah menempatkan anak berisiko menjadi korban kekerasan. Nahar mengatakan pihaknya akan memantau dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, khususnya Pemerintah Kota Batam dan Provinsi Kepulauan Riau terkait proses hukum dan pendampingan korban.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Kami dari Kemen PPPA tidak menoleransi segala bentuk tindak kekerasan terhadap anak di mana pun, termasuk di lingkungan sekolah," tegas Nahar dalam keterangan tertulis, Rabu, 24 November 2021.
 
Dia menyayangkan kekerasan yang terjadi seringkali dilakukan dengan dalih mendisiplinkan anak-anak. Padahal, Undang-Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak sudah sangat jelas anak wajib mendapatkan perlindungan dari tindak kekerasan fisik, psikis, kejahatan seksual, dan kejahatan lainnya.
 
Menurut dia, kasus di Batam itu menjadi salah satu contoh bahwa kasus kekerasan terhadap anak di sekolah perlu mendapat perhatian khusus. Sebab, berdasarkan informasi yang diterima dari Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Kota Batam beberapa anak mengalami trauma dan membutuhkan penanganan profesional.
 
Dia juga mengapresiasi respons cepat yang dilakukan Direskrimum Polda Kepri dalam menanggapi pengaduan dari orang tua korban. Dia berharap pemerintah daerah setempat, khususnya dinas yang membidangi urusan perlindungan anak dapat mengawal kasus ini.
 
"Selain itu, koordinasi dengan dinas terkait juga penting dilakukan agar pemenuhan hak anak tetap bisa terpenuhi, khususnya hak atas pendidikan,” ungkap Nahar.
 
Baca: Kemendikbudristek Diminta Serius Tuntaskan Kasus Kekerasan di SPN Dirgantara
 
Jika terbukti melakukan kekerasan terhadap anak, tenaga pendidik pada SMK di Batam tersebut dapat diancam hukuman pidana berlapis sebagaimana diatur dalam Pasal 76C jo Pasal 80 UU 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, Pasal 351 ayat 2 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), atau Pasal 354 KUHP. Ancaman hukumannya pidana di atas 5 tahun penjara, serta hukuman pemberhentian pelaku dengan tidak hormat (PTH) dari instansinya.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif