Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi. Foto: Medcom.id/Dheri Agriesta.
Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi. Foto: Medcom.id/Dheri Agriesta.

Menpora Dukung Kasus Kemah Diproses Hukum

Nasional kasus korupsi
26 November 2018 22:05
Jakarta: Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi mendukung proses hukum yang dilakukan Polda Metro Jaya terkait kasus dugaan penyalahgunaan anggaran kegiatan Kemah Pemuda Islam Indonesia. Kasus itu menyeret Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak dan Ahmad Fanani.
 
Hal itu diungkapkan Imam melalui akun Twitter-nya @imam_nahrawi. Dia mengatakan pihaknya siap mendukung prosedur hukum jika ada hal-hal di luar prosedur dan aturan yang berlaku.
 
"Jika ada hal-hal yang terjadi di luar prosedur dan aturan yang berlaku, maka kami juga mendukung agar prosedur hukum berjalan sebagaimana mestinya," kata Imam Nahrawi melalui akun Twitter-nya @imam_nahrawi, Senin,26 November 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Pihak Kemenpora Bakal Dipanggil Kembali Terkait Korupsi Kemah
 
Imam menceritakan, kegiatan itu merupakan program yang bersejarah. Pasalnya, kegiatan Kemah Pemuda Islam 2017 itu digelar untuk mempererat silaturahmi dan ukhuwah Islamiyah antar pemuda Indonesia. Terutama untuk Pemuda Muhammadiyah dan Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor).
 
" Acara tersebut merupakan salah satu program kepemudaan yang bersejarah untuk kita semua," ujar Imam.
 


 
Imam mengatakan kegiatan itu berjalan sukses dan diikuti lebih dari 20 ribu pemuda, termasuk dihadiri Presiden Joko Widodo (Jokowi).
 
"Kemah Pemuda Islam 2017 alhamdulillah berjalan dengan sukses dan diikuti lebih dari 20.000 pemuda. Acara ini juga dihadiri langsung oleh Bapak Presiden Joko Widodo," sambung dia.
 
Menurut Imam Nahrawi, Kemah Pemuda Islam didukung penuh oleh anggaran Kemenpora dengan mengikuti mekanisme dan tata hukum yang berlaku.
 
"Sebagai salah satu program kepemudaan, Kemah Pemuda Islam 2017 didukung penuh oleh anggaran Kemenpora dengan mengikuti mekanisme dan tata hukum yang berlaku, begitu juga dengan laporan penggunaan yang telah diterima pada akhir tahun lalu," tulis Imam.
 
"Kami juga akan terus berkomitmen menjadi bagian penting yang terus menjaga kebhinekaan dan NKRI. Jangan sampai acara yang punya tujuan baik tersebut justru kemudian menimbulkan kegaduhan," tambah dia.
 

(FZN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif