Kemenpora Mengajak Semua Instansi Perangi Narkoba

Gervin Nathaniel Purba 28 November 2018 07:11 WIB
berita kemenpora
Kemenpora Mengajak Semua Instansi Perangi Narkoba
Kemenpora menggelar pelatihan Kader Inti Pemuda Anti Narkoba, di Hotel Oasis Jakarta, Senin, 26 November 2018 (Foto:Dok.Kemenpora)
Jakarta: Pelatihan Kader Inti Pemuda Anti Narkoba yang ketiga diselenggarakan di Jakarta. Kegiatan ini diharapkan bisa menjadi pemantik bagi kementerian lain dan seluruh pemerintah daerah dan desa untuk memberikan atensi khusus dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba.

Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Esa Sukma Wijaya, di sela pelatihan Kader Inti Pemuda Anti Narkoba, di Hotel Oasis Jakarta, Senin, 26 November 2018.

Esa menjelaskan, DKI Jakarta sebagai ibu kota Indonesia memiliki peran strategis dalam menanggulangi masalah narkoba yang semakin hari semakin merajalela.


"Kemenpora tentu bergandengan dengan BNN, baik di pusat hingga daerah. Kegiatan ini merupakan salah satu model untuk bagaimana memerangi narkoba yang sudah puluhan tahun. Kita sulit rasanya memerangi narkoba. Tapi kalo berjuang bersama pasti bisa," ujar Esa, dalam keterangan tertulis, Selasa, 27 November 2018.

Sebelumnya, Kemenpora telah melakukan deteksi dini penyalahgunaan narkoba berupa tes urine kepada ratusan calon peserta kader Inti Pemuda Anti Narkoba di Jakarta.

"Peserta ini sudah melewati test urine. Alhamdulillah, lolos semua. Kalau tidak lolos, tidak bisa ikut pelatihan," ujarnya.

Butuh kerja keras dari semua pihak dalam memerangi narkoba. Semua instansi pemerintah, baik dari tingkat pusat maupun daerah harus aktif memerangi dan membendung penyalahgunaan dan penyebaran narkoba.

"Kita harus memerangi narkoba, karena diluar sana desain untuk menyebarkan narkoba sangat luar biasa. Kalau boleh dikatakan dana mereka tidak terbatas. Tapi kita gak boleh diam," kata Esa.

Usai pelatihan, para Kader Inti Pemuda Anti Narkoba itu akan diterjunkan langsung ke berbagai kelurahan di Jakarta dan merekrut pemuda di setiap kampung.

Selain bergerak mengampanyekan bahaya anti narkoba dari pintu ke pintu, mereka juga bergerak melalui media sosial.

"Mereka memanfaatkan media yang ada. Bukan hanya pertemanan di sekolah dan organisasi saja, tetapi juga bergerak melalui media sosial melalui Instagram, Twitter, Facebook dan lainnya," katanya.



(ROS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id