Perampokan. Ilutrasi: MI.
Perampokan. Ilutrasi: MI.

Rampok Berkedok Taksi Daring Dibekuk

Nasional perampokan
Siti Yona Hukmana • 08 April 2019 16:09
Jakarta: Subdit 3 Reserse Mobile (Resmob) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya meringkus pelaku pencurian dengan kekerasan bermodus taksi daring. Pelaku adalah ASA, 19, dan GF alias G, 24.
 
"Kejadian ini berawal dari ada penumpang yang memesan taksi online di Ancol (Jakarta Utara) pada Sabtu, 30 Maret 2019 pukul 23.00 WIB. Taksi online ini dikendarai ASA," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin, 8 April 2019.
 
Setelah dijemput di Ancol, penumpang masuk ke mobil untuk diantar ke Karawang, Jawa Barat. Setelah perjalanan 800 meter, ASA mengaku ketinggalan STNK dan meminta izin menjemput dokumen itu di Halte Binaria Tija, Jakarta Utara. Di sana, ASA bertemu temannya, GF.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Setelah itu, driver ini izin kepada penumpang untuk mengantarkan ke Karawang dengan ditemani GF karena takut sendirian. Penumpang percaya dan baik hati mengiyakan untuk boleh ditemani oleh si GF ini. Akhirnya masuk ke mobil sambil menyerahkan STNK dan ikut mengantar," terang Argo.
 
Dalam perjalanan ke arah Karawang, penumpang tertidur. Namun, saat bangun, penumpang sudah berada di pinggir jalan luar tol di Muara Bakti, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. GF mencekik korban dan meminta menyerahkan barang-barangnya dengan menodongkan pisau.
 
"Tetapi saat meminta, pakaian korban dilucuti, celana, kaus, sepatu. Jadi, korban dalam kondisi tidak berbusana diturunkan di daerah Bekasi," ujar Argo.
 
Sejumlah barang yang diambil ASA dan GF, yakni uang tunai Rp6 juta dan ponsel. Kemudian, korban ditinggal setelah dirampok. Lalu, korban melapor ke polisi.
 
Polisi menangkap pelaku pada Selasa, 2 April 2019. Sejumlah barang bukti diamankan, di antaranya satu mobil Toyota Avanza berwarna putih, satu pisau, dan satu ponsel merek Oppo berwarna hitam.
 
Baca: Penyamun di Jembatan Slipi Diringkus
 
Polisi pun menjerat pelaku kejahatan jalanan ini memakai Pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman sembilan tahun penjara. "Itu tentang pencurian dengan kekerasan," tegas Argo.
 
Menurut Argo, tindakan kejahatan ini sudah direncanakan jauh hari oleh kedua pelaku. "Dia merencanakan dengan bertemu GF dan membawa pisau. Sudah direncanakan untuk melakukan penodongan dan perampasan penumpang," tutur Argo.
 
Argo mengatakan akun taksi daring yang digunakan ASA bukan milik pribadinya, melainkan temannya. Untuk itu, polisi akan mencari teman ASA untuk dimintai keterangan.
 
"Kita akan mengecek dulu temannnya siapa. Apakah temannya tahu kalau akunnya akan digunakan seperti ini. Nanti kita cari akun tersebut," ucap Argo.

 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif