Agen Disebut Kerap Palsukan Umur Calon TKI

Whisnu Mardiansyah 15 Februari 2018 17:55 WIB
tki
Agen Disebut Kerap Palsukan Umur Calon TKI
TKI. Foto:Antara
Jakarta: Agen penyedia jasa tenaga kerja Indonesia (TKI) disebut sering memalsukan usia calon TKI. Hal itu dilakukan agar mereka bisa berangkat ke luar negeri meski masih di bawah umur.
 
Mantan TKI, Ati Arianti, mengatakan penyalur TKI mengakali umur calon TKI dengan membuat ulang KTP yang disesuaikan dengan paspor mereka. Namun, semenjak sistem satu identitas tunggal KTP-el diberlakukan, hal tersebut sulit dilakukan.
 
Dia mengungkapkan, umur disesuaikan dengan profil di agensi yang berada di negara penempatan. Biasanya, sehari sebelum keberangkatan calon TKI ditanyakan tanggal lahir yang akan disamakan dengan paspor.
 
"Calon TKI juga enggak mau rugi, mereka nurut. Menyamakan (tanggal lahir) di paspor itu untuk tujuan Taiwan dan Hongkong kalau Singapura enggak," kata Ati kepada Medcom.id, Kamis, 15 Februari 2018.

Baca: Ketidaksadaran Majikan Sumber Banyaknya TKI Ilegal
 
Mantan TKI lainya, Oshin Putriani mengatakan modus pemalsuan umur ini terjadi karena banyak TKI masih di bawah umur. Padahal, usia minimal harus 21 tahun.
 
"Banyak yang keluar SMA mau berangkat. Itu tergantung dari PT-nya sendiri. Yang enggak mau mengambil risiko tidak menerima di bawah umur. Tapi banyak juga yang mengambil risiko. Walaupun kalau ketahuan mereka sendiri yang menanggung," jelas Oshin.
 
Konsekuensinya, majikan yang mengetahui pekerjanya di bawah umur bisa menuntut agen perusahaan. Ancamannya, bisa dideportasi dan menuntut uang ganti rugi. Sebagai contoh, di Singapura majikan membayar sekitar 3 ribu dolar Singapura untuk merekrut satu TKI.
 
TKI yang memalsukan umur biasanya tak berangkat melalui bandara, karena tingkat pemeriksaan yang ketat. "Kalau harus lewat bandara, enggak mau lewat Bandara Soekarno-Hatta, karena ketat," katanya.
 




(FZN)