Ilustrasi korona. Medcom.id
Ilustrasi korona. Medcom.id

PERSI Tegaskan Pengajuan Klaim Oleh RS Terkait Pasien Covid-19 Sesuai Aturan

Nasional Virus Korona Rumah Sakit
Nur Azizah • 05 Oktober 2020 14:41
Jakarta: Ketua Umum Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Kunjoro Adi Purjanto membantah kabar rumah sakit mengambil keuntungan dengan cara 'mengcovidkan' pasien. Kunjoro menegaskan pihak rumah sakit telah mengikuti seluruh prosedur pengajuan klaim pasien covid-19.
 
"Pengajuan klaim pasien covid-19 dibuktikan dengan asesmen klinis, resume medis, pemeriksaan laboratorium, dan data dukung lainnya," kata Kunjoro dalam keterangan tertulis, Jakarta, Senin, 5 Oktober 2020.
 
Tata cara pengajuan klaim biaya covid-19 tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 7 tahun 2020 tentang Petunjuk Teknis Klaim Penggantian Biaya Pelayanan Pasien Penyakit Infeksi Emerging Tertentu Bagi Rumah Sakit yang Menyelenggarakan Pelayanan Covid-19.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kunjoro menyebut rumah sakit yang memberikan pelayanan tidak sesuai tata kelola Kemenkes tidak diberikan penggantian biaya pelayanan covid-19. Metode pembayaran klaim pasien berdasarkan lama perawatan ditentukan dengan menggunakan tarif Indonesia Case Base Groups (INA-CBG) dan tarif per hari.
 
(Baca: Opini RS 'Mengcovidkan' Pasien Bisa Berdampak Buruk)
 
"Rumah sakit mengajukan klaim pembayaran ditujukan kepada Menteri Kesehatan dengan ditembuskan kepada Kepala Dinas Kesehatan setempat dan diverifikasi oleh BPJS Kesehatan. Jika terjadi ketidaksesuaian dilakukan penyelesaian oleh tim yang dibentuk oleh Menteri Kesehatan," tutur Kunjoro.
 
Pembinaan dan pengawasan dalam pelaksanaan pengajuan dan pembayaran klaim dilakukan Kemenkes, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP), dan dinas kesehatan provinsi serta kabupaten/kota.
 
Ia menegaskan pernyataan soal RS sengaja 'mengcovidkan' pasien telah merugikan rumah sakit. Apalagi, persepsi keliru itu telah menggiring opini seolah-olah rumah sakit melakukan kecurangan.
 
"Persepsi keliru yang dan opini ini menghasilkan misinformasi dan disinformasi pelayanan rumah sakit dalam penanganan covid-19," tutur dia.
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif