Sosialisasi Kesiapsiagaan Rumah Sakit BUMN Menghadapi Infeksi Novel Corona Virus (2019-nCoV). Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Sosialisasi Kesiapsiagaan Rumah Sakit BUMN Menghadapi Infeksi Novel Corona Virus (2019-nCoV). Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

Warga di Karantina Dapat Penanganan Maksimal

Nasional virus korona
Fachri Audhia Hafiez • 04 Februari 2020 11:49
Jakarta: Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyiapkan sejumlah hal menunjang proses karantina 238 warga negara Indonesia (WNI) yang pulang dari Wuhan, Hubei, Tiongkok. Ratusan WNI dipastikan mendapat penanganan yang baik.
 
"Mereka juga harus diberikan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat, artinya mereka enggak boleh stres," kata Direktur Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes, Windra Woworuntu dalam acara 'Sosialisasi Kesiapsiagaan Rumah Sakit BUMN Menghadapi Infeksi Novel Corona Virus (2019-nCoV)' di Gedung Graha Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa, 4 Februari 2020.
 
Windra membeberkan warga yang dikarantina mesti dicek suhu tubuh setiap hari. Setelah itu mereka diajak berolahraga.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Warga juga mendapat kegiatan rohani. Windra memastikan mereka mendapat gizi seimbang serta lingkungan yang dijamin kebersihannya.
 
Warga di Karantina Dapat Penanganan Maksimal
238 WNI dari Wuhan tiba di Natuna, Kepulauan Riau. Foto: Kementerian Luar Negeri
 
"Di sana sebenarnya juga ada spesialis jiwa dokter, spesialis paru juga, dokter spesialis penyakit dalam. Bahkan juga ada dokter umum dan perawat yang terus menerus memantau," ujar Windra.
 
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan wabah virus korona menjadi darurat kesehatan global. Jumlah kematian melonjak menjadi 425 orang dan menginfeksi 19.550 orang
per Selasa, 4 Februari 2020.
 
Infeksi virus korona telah bermunculan di sedikitnya 25 negara. Sejumlah negara beramai-ramai mengevakuasi warga termasuk Indonesia.
 
Sebanyak 238 WNI yang dipulangkan dari Wuhan, Hubei, Tiongkok tengah menjalani masa observasi di Natuna. Observasi selama 14 hari ini guna pencegahan penyebaran virus korona.
 

 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif