Puluhan demonstran korban pemutusan hubungan kerja (PHK) PT Freeport Indonesia berunjuk rasa di depan Mapolda Metro Jaya. (Foto: Medcom.id/Candra Yuri)
Puluhan demonstran korban pemutusan hubungan kerja (PHK) PT Freeport Indonesia berunjuk rasa di depan Mapolda Metro Jaya. (Foto: Medcom.id/Candra Yuri)

Demonstran Korban PHK Freeport Menolak Pulang

Nasional freeport
Candra Yuri Nuralam • 14 Februari 2019 16:24
Jakarta: Puluhan demonstran korban pemutusan hubungan kerja (PHK) PT Freeport Indonesia menolak meninggalkan wilayah Istana Negara. Para eks pekerja Freeport mendesak pemerintah mengabulkan permintaan mereka.
 
"Petugas Kepolisian Jakarta Pusat melakukan negosiasi, komunikasi, baik itu dengan pengunjuk rasa ataupun istana negara, karena pengunjuk rasa (masih) ingin bertemu Presiden," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, di Jakarta, Kamis, 14 Februari 2019.
 
Argo mengatakan sebetulnya perwakilana mantan pekerja PT Freeport Indonesia telah bertemu Presiden Jokowi kemarin, Rabu, 13 Februari 2019. Namun hal itu dirasakan masih kurang dan pengunjuk rasa menghendaki ada pertemuan kembali.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Merasa pertemuan kemarin dengan Presiden tidak memuaskan, kata Argo, pengunjuk rasa kembali membangun tenda di sekitar lokasi. Demonstran juga berunjuk rasa di depan Istana dan di dalam kawasan Monas.
 
Baca juga:Presiden Terima Korban PHK PT Freeport Indonesia
 
Untuk mengamankan situasi, sejumlah demonstran pun dibawa ke Polda Metro Jaya. "Pukul 23.00 WIB tadi malam kita lakukan interogasi. Demonstran berjumlah 36 orang dan sementara masih dalam tahap interogasi sambil kita kasih pemahaman," tutur Argo.
 
Sementara itu, perwakilan pengunjuk rasa Hendrik Goni menuding polisi sengaja membongkar tenda-tenda yang mereka dirikan di depan Istana. Hendrik menyebut polisi kasar saat memindahkan para demonstran beserta tenda yang didirikan.
 
"Ada kejanggalan yang membuat kami bereaksi seperti ini. Kenapa yang ditangkap kawan-kawan (eks pekerja) Freeport. Sekitar 34 orang ditangkap padahal mereka tidak melakukakan apa-apa. Hanya duduk diam," kata Hendrik.
 

 

(MEL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi