Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez.

BNPB Akui Kekurangan Alat Deteksi Bencana

Nasional Tsunami di Selat Sunda
Candra Yuri Nuralam • 25 Desember 2018 16:56
Jakarta: Indonesia dinilai masih kekurangan alat deteksi bencana. Bahkan alat pendeteksi tsunami yang hilang sejak 11 tahun lalu di perairan Selat Sunda belum diganti.
 
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, salah satu faktor lambatnya deteksi bencana karena banyaknya alat yang rusak dan hilang.
 
"Alat peringatan gempa bumi sudah tidak berfungsi. Dibangun oleh BNPB 10 unit, dari 2012 sudah tidak operasi. Kenapa? Banyak yang rusak di tengah samudra. Dipakai untuk ikat kapal. Tidak ada biaya perawatan," kata Sutopo di gedung BNPB, Selasa, 25 Desember 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Anggaran Penanggulangan Tsunami Selat Sunda Sudah di BNPB
 
Sutopo mengakui dana untuk menanggulangi tsunami Selat Sunda sangat minim. Sebab, anggaran untuk mengantisipasi bencana dari tahun ke tahun terus menurun.
 
"Sangat kurang, dana terus menurun. Ancaman meningkat. Bantuan menurun, tahun depan saja BNBP hanya menerima Rp619 miliar dan kami harus menanggulangi bencana satu Indonesia," kata Sutopo.
 
Sutopo menegaskan, Indonesia membutuhkan alat pendeteksi bencana untuk menggantikan alat pendeteksi tsunami yang sudah hilang selama 11 tahun di perairan Selat Sunda.
 
"Untuk tsunami perlu master plan tsunami. Kita juga perlu master plan banjir, longsor, kebakaran, puting beliung dan sebagainya," kata Sutopo.
 

 

(FZN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi