KNKT Optimistis Ungkap Penyebab Jatuhnya Lion Air PK-LQP
Wakil Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Haryo Satmiko (tengah). (Foto: ANTARA/Reno Esnir)
Jakarta: Komite Nasional Keselamatan Tansportasi (KNKT) berkomitmen mengupayakan investigasi tetap berjalan hanya dengan satu komponen kotak hitam. Wakil Ketua KNKT Haryo Satmiko optimistis pihaknya dapat mengungkap penyebab jatuhnya pesawat Lion Air JT610 PK-LQP. 

"Kami punya metode apabila patah seperti itu tetap kami usahakan data yang di dalam black box bermanfaat untuk pelaksanaan investigasi di KNKT," ujar Haryo dalam Top News Metro TV, Kamis, 1 November 2018.

Haryo mengatakan normalnya kotak hitam terdiri dari dua komponen, yakni flight data recorder (FDR) dan cockpit voice recorder (CVR). Namun, sampai hari keempat pencarian, komponen kotak hitam baru ditemukan satu. 


Ia memastikan salah satu komponen kotak hitam sudah berada di laboratorium KNKT untuk dilakukan pengunduhan data. Proses investigasi diperkirakan memakan waktu hingga satu tahun. 

"Tetapi karena dibantu KNKT Amerika Serikat, kami berkeyakinan pekerjaan ini lebih cepat dan berharap satu komponen kotak hitam segera ditemukan untuk mempercepat proses investigasi dan identifikasi secara keseluruhan," ungkapnya

Haryo menambahkan setelah investigasi selesai pihaknya akan mengeluarkan rekomendasi dan saran perbaikan untuk diteruskan ke pihak terkait. Secara umum rekomendasi yang dibuat KNKT akan diberikan ke tiga pihak.

Pertama, Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan selaku regulator. Kedua, operator, yakni maskapai Lion Air. Ketiga, pabrikasi atau produsen pembuat pesawat apabila ditemukan masalah akibat kesalahan pada pesawat.

"Sasarannya ke tiga pihak itu. Untuk saat ini kami belum bisa menyampaikan seperti apa rekomendasinya, kita tunggu hasil investigasi dan analisisnya terlebih dulu," jelasnya.





(MEL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id