Sulut Siap Mencetak Puluhan Jubir Pancasila

Achmad Zulfikar Fazli 27 Oktober 2018 21:53 WIB
pancasila
Sulut Siap Mencetak Puluhan Jubir Pancasila
Ilustrasi. Foto: Antara/Prasetia Fauzani.
Jakarta: Masyarakat Sulawesi Utara (Sulut) siap menjadi juru bicara (jubir) Pancasila. Lewat pelatihan jubir Pancasila yang diselenggarakan Komunitas Bela Indonesia (KBI), ada 40 orang peserta yang berasal dari berbagai elemen di Manado, Minahasa, Bolaang Mongondow, dan kota-kota lain ikut ambil bagian dalam pelatihan ini. 

Para peserta dibekali materi mengenai menulis, berdebat, dan manajemen media sosial. Gerakan Cinta Damai Sulawesi Utara (GCDS) menjadi partner lokal dalam menyukseskan pelatihan ini.

Koordinator Komunitas Bela Indonesia, Anick HT mengatakan Manado terkenal sebagai kota yang toleran. Indonesia dinilai butuh orang Manado untuk lebih banyak bersuara.


"Pelatihan ini diadakan agar orang-orang baik seperti Anda berteriak. Sekarang saatnya orang waras tidak boleh diam karena kebaikan harus ditebarkan," kata Anick, Sabtu, 27 Oktober 2018.

Pelatihan juru bicara Pancasila ini berangkat dari kesadaran untuk menumbuhkan dan menguatkan Pancasila sebagai ideologi negara. Pasalnya, menumbuhkan dan menguatkan Pancasila bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau negara. 

Trauma doktrinasi Pancasila ala orde baru harus dijawab dengan menguatkan ideologi Pancasila yang menjadi tanggung jawab bersama. Tak hanya Pancasila, hal-hal terkait keberagaman juga perlu digaungkan kembali. Karena Indonesia sebagai rumah bersama harus dirawat oleh semua elemen bangsa.

Pelatihan ini mengacu pada buku panduan yang dipersiapkan, yakni buku berjudul Rumah Bersama Kita Bernama Indonesia. Buku itu ditulis oleh Denny JA dan tim.

Pelatihan juru bicara Pancasila ini juga terus berjalan untuk mengampanyekan konten kebinekaan dan antiterorisme. Itu dilakukan dengan memproduksi konten-konten positif berupa video dan meme dari para peserta. Apalagi selama ini banyak konten-konten negatif seperti ujaran kebencian di media sosial. Khususnya, di tahun politik seperti sekarang ini.

Pelatihan ini juga akan melibatkan jaringan lintas agama dan lintas elemen dari 34 provinsi di Indonesia. Kegiatan ini juga diharapkan membentuk jaringan nasional yang berorientasi merawat kebinekaan dan toleransi di Indonesia.



(HUS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id