Pengunduran Diri Bupati Indramayu Dikhawatirkan Jadi Preseden Buruk

Dheri Agriesta 16 November 2018 04:00 WIB
pemerintah daerah
Pengunduran Diri Bupati Indramayu Dikhawatirkan Jadi Preseden Buruk
Bupati Indramayu Anna Sophanah, meninggalkan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). MI/M Irfan
Jakarta: Mantan Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri Djohermansyah Djohan khawatir pengunduran diri Bupati Indramayu Anna Sophanah jadi preseden buruk. Jika disetujui, pengunduran diri ini akan membuat para kepala daerah jadi cengeng. 

"Nanti yang lain-lain kalau ada persoalan dikit-dikit cengeng kan, masa minta mundur, ngapain anda? Jadi politisi itu hidup mati," kata Djohan di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Kamis, 15 November 2018.

Ia menilai, sikap mundur hanya dilakukan politikus yang tak siap untuk mencalonkan diri sebagai kepala daerah. Padahal, para kepala daerah telah mengucap sumpah mengutamakan kepentingan bangsa. 


"Mana yang lebih baik, kalau saya sih negara, keras saja," kata dia. 

Baca: Mundurnya Bupati Indramayu Tunggu Restu Emil

Djohan menilai, DPRD Kabupaten Indramayu seharusnya menolak pengunduran diri Anna. Demikian juga dengan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. 

Ia sadar pengunduran diri ini merupakan hak Anna sebagai warga negara. Lagipula, kata dia, pengunduran diri kepala daerah juga diatur dalam UU Pemda. 

Tapi, layaknya kepala daerah, Mendagri juga memiliki hak menolak pengunduran itu. 

"Dia punya hak mengundurkan diri, kemudian negara punya hak juga untuk menolak pengunduran diri," pungkas Djohan. 



(LDS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id