Raffi Ahmad (Foto medcom/kumara)
Raffi Ahmad (Foto medcom/kumara)

Keluyuran Usai Vaksin, Ini Ancaman Hukuman Raffi Ahmad Jika Terbukti Langgar Protokol Kesehatan

Nasional raffi ahmad covid-19 Artis dan Virus Korona vaksin covid-19 protokol kesehatan Vaksinasi covid-19
Rendy Renuki H • 14 Januari 2021 18:38
Jakarta: Raffi Ahmad ketahuan keluyuran usai menerima vaksin Covid-19 dari pemerintah, Rabu 13 Januari 2021. Raffi kedapatan berada di tengah kerumunan pesta.
 
Parahnya lagi, suami Nagita Slavina itu keluyuran dengan tak mematuhi protokol kesehatan. Pada unggahan Instastory Anya Geraldine, Raffi tampak tak menggunakan masker dan berjaga jarak.
 
Buntutnya, artis 33 tahun itu akan dipanggil kepolisian. Kapolsek Kebayoran Baru Kompol Supriyanto mengatakan pihaknya akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami mau tegur nanti, kami akan panggil," kata Supriyanto saat dihubungi wartawan, Kamis 14 Januari 2021.
 
Bukan tidak mungkin, ancaman hukuman menanti Raffi jika terbukti bersalah melanggar protokol kesehatan. Apalagi pihak kepolisian telah mengeluarkan surat telegram mengenai penegakan hukum bagi pelanggar protokol kesehatan.
 
Surat telegram bernomor ST/3220/XI/KES.7./2020 itu dikeluarkan Kapolri Idham Azis, 16 November 2020 lalu. Terdapat beberapa pasal yang menjadi acuan menindak para pelanggar protokol kesehatan.
 
"Apabila dalam penegakan perda/peraturan kepala daerah tentang penerapan protokol kesehatan Covid-19, ditemukan adanya upaya penolakan, ketidakpatuhan atau upaya lain yang menimbulkan keresahan masyarakat dan mengganggu stabilitas kamtibmas, maka lakukan upaya penegakan hukum secara tegas terhadap siapapun," petikan surat tersebut.
 
Beberapa pasal yang tercantum dalam surat tersebut di antaranya Pasal 65 KUHP, Pasal 212 KUHP, Pasal 214 ayat (1) dan (2) KUHP, Pasal 216 KUHP, dan Pasal 218 KUHP. 
Selain itu tercantum juga Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002, Pasal 84 dan Pasal 93 UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.
 
Pada Pasal 212 KUHP saja, hukuman yang tercantum adalah pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan, atau pidana denda paling banyak Rp4.500.
 
Sedangkan Pasal 216 ayat (1) KUHP menyebutkan diancam pidana penjara paling lama empat bulan dua minggu atau pidana denda paling banyak Rp9.000.
 
Sementara, Pasal 218 KUHP menyatakan ancama pidana penjara paling lama empat bulan dua minggu atau pidana denda paling banyak Rp 9.000.
 
(PAT)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif