Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati. Dok. Istimewa
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati. Dok. Istimewa

Kepala BMKG Curhat Peringatan Dini Bencana Kalah Dengan Peristiwa Trending

Nasional Gempa Bumi bencana alam BMKG
Anggi Tondi Martaon • 23 April 2021 21:31
Jakarta: Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati, mencurahkan hatinya (curhat) terkait peringatan dini bencana. Dia menyebut peringatan dini bencana terkadang kalah dengan peristiwa yang sedang trending.
 
Dia mencontohkan peringatan dini terkait Siklon Tropis Seroja. Siklon itu terdeteksi sejak 2 April 2021.
 
"Saat peringatan dini dikeluarkan itu trending-nya naik. Tapi setelah jam 12 malam kalah dengan trending-nya pernikahan siapa Atta-Aurel. Jadi sudah kalah ini," kata Dwikorita saat launching program Gerakan Siaga Bencana secara virtual, Jumat, 23 April 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia menyampaikan kegelisahan itu di depan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri dan sejumlah pejabat negara yang hadir dalam peluncuran Gerakan Siaga Bencana. Menurut Dwikorita, hal tersebut menjadi pelajaran penting, khususnya dalam menginisiasi Gerakan Siaga Bencana.
 
Artinya, dalam tiap pengumuman peringatan dini, BMKG harus mengemas informasi sebaik mungkin. Kemudian, detail dampak bencana yang berpotensi terjadi.
 
"Jadi kalau informasi dari BMKG mohon maaf, kami mengeluarkan peringatan dini tidak selalu mendapatkan perhatian. Itu pelajaran bagi kami berarti peringatan dini kami kalah menarik," kata Dwikorita.
 
Contoh lain, yakni peringatan dini menggunakan bahasa Inggris. Dwikorita menyebut ada informasi kebencanaan terkait banjir Jakarta yang disadur Kedutaan Besar Amerika Serikat di Indonesia. Informasi itu disebut lebih menyita perhatian.
 
"Kami memberikan peringatan dini seminggu sebelumnya, diulangi lagi 3 hari sebelumnya, dan sehari sebelumnya bersama Pak Doni (Kepala BNPB Doni Monardo). Tetapi ternyata masih tidak menjadi perhatian. Begitu Kedutaan Amerika menggunakan data BMKG untuk memberikan peringatan dini, semuanya karena bahasa Inggris, semuanya tertarik," kata Dwikorita.
 
Baca: Megawati Minta Mitigasi Gempa di Jakarta Jadi Perhatian Serius
 
Dia mengatakan, data kebencanaa di Indonesia sudah diumumkan secara gamblang. Misalnya, terkait data gempa pada tiga bulan terakhir. Dwikorita menyebut grafik bencana gempa terus meningkat.
 
"Mulai Januari sebanyak 662 kali, kemudian Februari 526 kali dan Maret hingga 920 kali," kata dia.
 
Peristiwa itu, kata dia, tak hanya terjadi di Indonesia, tetapi sudah menjadi fenomena alam di berbagai negara. Melalui Gerakan Siaga Bencana, dia mendorong penguatan informasi dini bencana alam.
 
Dwikorita menyebut BMKG melakukan integrasi informasi bersama Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PMNVBG) Kementerian ESDM. Integrasi itu dibutuhkan lantaran tak sedikit kejadian tsunami yang diawali erupsi gunung berapi.
 
"Saat ini (kami sudah) bekerja sama dengan Badan Geologi kami telah berhasil mendapatkan integrasi data langsung dari monitoring Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda. Tapi masih banyak bulatan-bulatan (gunung api) sekitar delapan lokasi lain yang berpotensi menimbulkan tsunami," kata dia.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif